Berita Nagekeo
Diduga Depresi,Pensiunan Guru di Nagekeo Akhiri Hidup di Rumahnya
Pensiunan guru,AM (65) ditemukan meninggal dunia tidak wajar dengan luka di leher di dalam rumahnya di Kelurahan Danga, Kabupaten Nagekeo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MENGUSUNG-PETI-JENAZAH-KORBAN.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa
TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Pensiunan guru, AM (65) ditemukan meninggal dunia tidak wajar dengan luka di leher di dalam rumahnya di Kelurahan Danga, Kabupaten Nagekeo, Sabtu 20 Agustus 2022.
Korban ditemukan pertama kali oleh anak perempuannya, Sabtu, 20 Agustus 2022 sekitar 05:15 Wita. Tubuhnya bersimbah darah didekat kamar mandi di dalam rumahnya.
Anak laki-laki korban, Yohanes B. Nimo menuturkan sebelum meninggal dunia ayahnya itu sedang menderita sakit stroke. Bahkan seminggu sebelum meninggal dunia, kata Yohanes, ayahnya pernah melakukan percobaan bunuh menggorok lehernya. Namun, nyawanya masih berhasil diselamatkan setelah keluarga melarikannya kerumah sakit.
Berdasarkan keterangan dari para tetangga, korban diduga memilih mengakhiri hidupnya karena depresi akibat sakit stroke yang telah dideritanya selama dua tahun terakhir.
Baca juga: Tim Dinsos Nagekeo Pungut Sampah Sambil Ikut Karvanal Budaya Meriahkan HUT ke 77 RI di Kota Mbay
Kepala Satuan Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai mengatakan, ketika tiba di lokasi kejadian, AM ditemukan sudah meninggal dunia. Korban diduga kuat mengakhiri hidup dengan cara menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan benda tajam. Barang bukti telah diamankan polisi sebagai barang bukti.
Pada hari Minggu, 21 Agustus 2022, jenazah korban dimakamkan setelah didoakan di Gereja Katolik Stelamaris Danga.