Berita Ende

Ibu Rumah Tangga dan Aparat Desa Main Judi Online Digerebek Polres Ende

Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Ende menangkap empat pelaku judi online dari dua lokasi yang berbeda di Kabupaten Ende, Sabtu 20 Agustus 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Anggota Satreskrim Polres Ende mengamankan pelaku perjudian di Mapolres Ende, Sabtu siang 20 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, ENDE-Anggota Satreskrim Polres Ende  mengamankan empat orang pelaku perjudian di dua tempat yang berbeda di Kabupaten Ende, Sabtu siang 20 Agustus 2022. Diantara para pelaku terdapat seorang ibu rumah tangga dan aparat pemeirntah desa.

Operasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Kadiaman S.H dibagi dalam tiga tim. Tim pertama terdiri dari tim Buser Polres Ende. Dalam aksinya, mereka  menangkap perjudian kupon putih dan menangkap dua orang pelaku ER (38) asal Wolowaru dan EP (49) asal Moni.

Dari dua tersangka, polisi juga mengamankan 1 unit handphone merek Samsung J6 yang digunakan untuk merekap angka untuk masukan ke situs  judi online, 1 unit handphone merek nokia yang digunakan untuk melakukan rekapan ketukan angka untuk dikirim ke bandar, 1 kartu ATM bank BRI yang digunakan untuk melakukan transaksi, dan uang tunai  Rp. 5,5 juta lebih.

Tim Polwan yang dipimpin Kasat Reskrim juga menggerebek judi online yang dilakukan oleh beberapa ibu rumah tangga dan aparat desa di daerah Nuabosi. Di tempat tersebut polisi berhasil menangkap dua pelaku yakni seorang ibu rumah tangga berinisial LN dan VR yang bekerja sebagai aparat desa setempat.

Baca juga: Hengkang dari Ende, UP3 FBB Optimalisasi Layanan Listrik KSPN Labuan Bajo

Dari LN polisi menyita satu buah handphone merek oppo A2 yang biasa digunakan pelaku untuk mendaftar ke situs judi online di situs TOYO 99, tiga potongan kertas yang bertulis angka, satu buku tabungan BRI, dan buah kartu ATM BRI yang digunakan untuk bertransaksi dengan bandar situs TAYO 99

Sedangkan dari pelaku VR, polisi menyita satu unit handphone merek vivo yang digunakan untuk melakukan transaksi dan bermain judi online pada situs ratu togel, buku tabungan BRI, dan tiga lembar kertas bertuliskan angka-angka.

 Yance Kadiaman S.H mengatakan bahwa para pemain pada umumnya melakukan perjudian dengan mendaftar akun pribadi ke situs-situs judi online seperti ratu Togel, Toyo 99, Tayo 4d, dan Be Togel.

Pada umumnya para pelaku mengetahui awalnya dengan tawaran dari situs judi online. Karena mendapat tawaran, kemudian mereka mendaftar menjadi pemain dan juga bertindak sebagai bandar perpanjangan tangan dari situs online.

Baca juga: Bocah Asal Ende Meninggal di RSUD Maumere Akibat Gigitan Anjing Rabies

Semula dengan mendapatkan keuntungan berupa potongan discon setiap kali pembelian, sehingga para pemain juga turut menawarkan ke orang lain untuk ikut bermain melalui akun dari pemain-prmain yang hendak bertindak sebagai perpanjangan tangan bandar.

"Dari praktik perjudian tersebut, masyarakat sangat tertarik dengan keuntungan yang ditawarkan sehingga terus menjalar ke semua lapisan masyarakat," jelasnya.

Atas maraknya praktek perjudian di Kabupaten Ende, Kasat Reskrim Polres Ende menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain judi online lagi.

Karena judi online dikontrol oleh bandar dari komputer sehingga dapat mengendalikan para pemain dengan iming-iming menang terlebih dahulu dan selanjutnya kalah.

Baca juga: 133 Warga Binaan Lapas Ende Terima Remisi pada HUT ke 77 RI

"Sehingga banyak pemain yang terjerumus dalam kekalahan dan akhirnya berujung kepada penyakit masyarakat dan tindak pidana lainnya," ungkapnya.

Kadiaman menegaskan bahwa, kedepannya, Satuan Reskrim Polres Ende terus melakukan pemberantasan ke semua lapisan masyarakat supaya mereka dapat terhindar dari kebiasaan buruk yang merusaknya generasi bangsa tersebut.

Berita Ende lainnya
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved