Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Hari Ini Senin 21 Agustus 2022, Menjadi Murid Yesus yang Jujur dan Tulus
Renungan Katolik Hari Ini Senin 21 Agustus 2022, Menjadi Murid Yesus yang Jujur dan Tulus. Simak renungan Harian Katolik hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Fr-M-Yohanes-Berchmans.jpg)
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Katolik Hari Ini, Senin 21 Agustus 2022.
Tema Renungan Katolik Hari Ini, Senin 21 Agustus 2022, Menjadi Murid Yesus yang Jujur dan Tulus.
SEMANGAT PAGI, pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria, Ratu. Dan bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Mengecam Ahli Ahli Taurat Dan Orang Orang Farisi (Mat. 23: 13 - 22).
Yesus mengecam ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi dengan kata "celakalah".
Baca juga: Doa Harian Katolik Senin 22 Agustus 2022 di SMAK Frateran Maumere, Sikka
Terhitung sebanyak 4 kali Yesus mengecam ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi dengan kata "celakalah".
Biasanya jika lebih dari satu kali mengucapkan kata atau kalimat yang sama, itu artinya kata atau kalimat itu sangat penting dan bermakna.
Namun, dalam konteks bacaan Injil hari ini, 4 kali Yesus mengucapkan kata kata kecaman "celakalah", kepada ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi menunjukkan kesedihan atau kekesalan atau kekecewaan hati Yesus yang luar biasa atas sikap dan perilaku ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi.
Bagaimana hati Yesus tidak sedih, kesal dan kecewa mereka yang adalah ahli ahli Taurat dan orang orang orang Farisi yang merupakan pemimpin dan pemuka agama, justeru menunjukkan dan menampilkan sikap dan perilaku yang penuh kepalsuan atau penuh kemunafikan.
Baca juga: Sensasi Seruput Kopi Di Kampung Adat Wologai dan Hutan Pinus Kabupaten Kebesani
Kemunafikan yang: pertama: mereka kelihatan hidupnya saleh, alim, namun sesungguhnya mereka sangat lalim (kejam, jahat), dengan menutup pintu kerajaan Surga, dan merintangi mereka yang berusaha masuk. kedua merampas rumah janda janda, dengan tipuan doa yang panjang panjang.
ketiga mereka menobatkan orang, tetapi kemudian menjerumuskan yang bertobat ke dalam neraka. keempat sebagai pemimpin atau pemuka agama, mereka mengajarkan ajaran sesat tentang sumpah.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mau membuat hati Yesus: sedih atau kesal atau kecewa, sehingga Yesus mengecam kita dengan kata "celakalah", karena sikap dan perilaku kita yang penuh kepalsuan atau kemunafikan? Ingatlah, Yesus menghendaki agar kita menampilkan hidup: apa adanya, jujur, tulus, antara kata dan perbuatan sejalan.
Jangan sampai terjadi: kata kata kita: lain dibibir, lain dihati, maka terjadilah dusta diantara kita.
Maka, mari tanggalkan dan buka topeng kepalsuan dan topeng kemunafikan kita, dan mulailah untuk hidup dalam kejujuran dan ketulusan, seperti yang ditunjukkan oleh Santa Perawan Maria, Ratu yang kita peringati hari ini. Semoga demikian.