Berita Manggarai
Angin dan Gelombang Hancurkan Perahu Nelayan di Pulau Mules,Manggarai
Perahu nelayan seharga Rp 50 juta dibeli nelayan Pulau Mules tiga bulan silam hancur berantakan diterpa angin dan gelombang,Jumat 26 Agustus 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PERAHU-RUSAK.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Perahu motor jenis cincin atau perahu pukat jala milik Sanusin, nelayan asal Labuan Taur, Desa Nuca Molas, Pulau Mules, Kabupaten Manggarai hancur akibat diterpa angin kencang dan gelombang, Jumat 26 Agustus 2022 sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.
Perahu motor ini hanyut terbawa angin dan ombak dari Pelabuhan Labuan Taur dan terdampar di Pantai Borik, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai. Perahu itu terbawa angin dan gelombang diduga karena tali jangkar putus sehingga mengakibat hancur berkeping-keping diterpa gelombang.
Hanyutnya perahu ini tidak ada satu pun warga atau ABK perahu yang mengetahuinya dikarenakan saat kejadian itu pada waktu dini hari dan pemilik bersama ABK juga sedang tidur di darat.
Usai kejadian, personil anggota Polsek Satar Mese juga turun ke Pantai Borik, tempat perahu terdampar dan bersama warga melakukan evakusi kembali ke pantai Labuan Taur.
Baca juga: Aksi Kemanusiaan Polsek Sambi Rampas Manggarai Timur Jenguk Pasien Disabilitas di Puskesmas Pota
Faisal warga Labuan Taur, Desa Nuca Molas, Minggu 28 Agustus 2022, menuturkan perahu milik Sanusin yang terhanyut rusak berat. Papan perahu dan jaring jala hancur. Yang bisa diselamatkan hanya dua mesin motor perahu itu.
Faisal juga menuturkan, perahu itu baru dibeli Sanusin dan baru beroperasi 3 bulan yang lalu sehingga modal yang dikeluarkan belum ditutupi atau tergantikan.
"Kasihan sekali, perahu ini baru dibeli 10 bulan yang lalu seharga Rp 150 juta dan direnovasi kembali 3 bulan yang lalu menghabiskan anggaran Rp 50 juta. Sekarang perahu yang memiliki ukuran panjang 17 meter dan lebar 2,70 meter ada 2 mesin dan pukat jala, kini hancur sirna dalam waktu sekejab akibat peristiwa ini,"ujarnya.
Faisal juga mengatakan, perahu itu dibeli dari jeri lelah Sanusin. Modal untuk membeli perahu itu dikumpulkan dari hasil jual ikan tangkapan selama ini oleh Sanusin dan anak-anaknya.
Baca juga: BPPW NTT Bangun Lima SD di Manggarai Timur, Bupati Pesan Rawat Bangunan
"Dari hasil ini mereka membeli perahu tersebut sehingga bisa memiliki perahu walapun dibayar pertahap,"ujar Faisal.
Faisal juga mengharapkan agar ada perhatian dari pihak pemerintah maupun unsur-unsur sosial lainya untuk membantu Sanusin dan anak-anaknya, baik berupa meteri maupun non materi.