Turnamen Sepakbola ETMC 2022
Dinas Pemuda dan Olahraga Diduga Beli Sepatu Bola ‘Murahan’ untuk Pemain Persebata Lembata
Pembelian sepatu sepak bola yang diduga harga murah oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lembata untuk pemain Persebata menuai polemik di facebook
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/POSTINGAN-SEPATU.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM,LEWOLEBA-Publik Lembata dibuat heboh dengan postingan di media sosial Facebook yang menyebut Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lembata membeli sepatu bola ‘murahan’ dan tidak berkualitas untuk para pemain Persebata Lembata yang akan berlaga di perhelatan Liga 3 El Tari Memorial Cup.
Informasi ini pertama kali diunggah, Senin, 30 Agustus 2022 oleh pemilik akun Facebook Wangatoa Trendy di grup Facebook PSSI Askab Lembata.
Akun itu menyebut semua urusan pengadaan sepatu dan pakaian diurus oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, bukannya Askab PSSI Lembata. Kemudian disebutkan kalau pengadaan sepatu bola tidak berkualitas untuk pemain Persebata Lembata itu tidak sesuai harga yang termuat dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA).
“Di DPA 500.000/sepatu, belanjanya 100.000 tambah ongkos kirim Rp 200.000. Jo 300.000 kali dengan 30 sepatu masuk kantong pribadi ee,” demikian tulis akun Wangatoa Trendy disertai dengan foto sepatu yang dibeli tersebut.
Baca juga: Perseftim Boyong 23 Pemain ke Turnamen El Tari Momorial Cup di Lembata, Nama dan Asal Klubnya
Unggahan ini kemudian memantik ratusan komentar negatif dari warganet dan jadi bahan perbincangan publik.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lembata, Markus Labi Waleng membantah kebenaran informasi tersebut dan akan memberikan klarifikasi resmi pada Selasa, 31 Agustus 2022 hari ini.
Dihubungi terpisah, Ketua Askab PSSI Lembata, Linus Beseng mengakui pengadaan sepatu bola tersebut memang dilakukan oleh pihak dinas tanpa berkomunikasi dengan Askab PSSI Lembata.
"Dinas yang pengadaan, kita (Askab) tidak tahu," tandasnya saat dihubungi, Senin, 30 Agustus 2022.
Baca juga: Pemain Sepak Bola Flores Timur Hengkang Bela Kabupaten Lain di ETMC 2022
Dia juga belum mengetahui harga sepatu yang sudah dibeli tersebut. Akan tetapi, setelah persoalan ini mencuat di publik, pihaknya sudah melakukan komunikasi lanjutan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dia menilai, para pemain memang tidak puas dengan kualitas sepatu yang dibeli, tetapi itu bukan berarti sepatu tersebut dibeli dengan harga Rp 100 ribu-an sebagaimana yang diunggah di media sosial.
“Anak-anak (pemain Persebata) kan lebih tahu sepatu mana yang bagus dan tidak. Anak-anak sendiri tidak mau pakai,” ujarnya.
Meski demikian, Linus menyesal masalah ini sampai dipublikasikan di media sosial, padahal semua pihak masih bisa berkomunikasi mencari jalan keluar.
Menurut dia, sepatu tersebut didatangkan dari Pulau Jawa. Sebab itu, dia sudah meminta Dinas Pemuda dan Olahraga supaya menyampaikan kepada pihak ketiga untuk mengganti sepatu bola yang lebih baik dari yang sudah ada tersebut.
Polemik ini terjadi dua pekan jelang kick off Liga 3 El Tari Memorial Cup di Stadion Gelora 99 Kabupaten Lembata.