Berita Sikka

Curhat Sopir di Maumere Pasca BBM Naik, Kami Makan Apa Kalau Tidak Naikkan Tarif Angkutan

Sopir angkutan umum lintas Pulau Flores, Provinsi NTT dibikin kecewa pasca pengumuman penyesuaian hatga BBM oleh pemerintah pusat.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Aktivitas warga Kota Maumere di Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Gadjah Mada, Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, Senin 5 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Sejumlah sopir angkutan umum lintas Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibuat kecewa setelah Pemerintah Pusat resmi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tanggal 3 September 2022 kemarin.

Kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar bersubsidi tersebut dianggap memberatkan semua masyarakat khususnya kalangan sopir.

Mikhael Enjel Belang (43), sopir bus rute Maumere-Larantuka mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan tarif setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM di Istana Merdeka, Jakarta.

"Tentu kecewa dengan harga BBM yang naik cukup tinggi. Tapi kami pasrah saja karena itu keputusan pemerintah. Kami akan berlakukan harga," kata Mikhale setelah mengisi solar di SPBU Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Senin 5 September 2022.

Baca juga: 15 Jam Demo Tunggal hingga Badan Lemas, Agustinus Woro Makan Malam di Polres Sikka

 

Terkait tarif penumpang, papar dia, akan naik menjadi Rp 70.000 per penumpang, dari tarif sebelumnya Rp 60.000 per penumpang.

"Naiknya tidak banyak, cukup Rp 10.000 per penumpang," ujarnya.

Rasa kecewa juga disampaikan Alexander Dau (32), sopir trevel rute Maumere-Ende setelah menyimak informasi perihal kenaikan harga BBM.

"Tarif penumpang harus naik. Kalau tidak naik nanti kami mau makan apa," katanya saat ditemui di Jalan Gadjah Mada.

Baca juga: HMI Sikka Tolak Wacana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Dengan harga pertalite Rp 10.000 per liter saat ini, kata dia, maka tarif yang pantas untuk jasa trevel rute Maumere-Ende adalah Rp 130.000 per penumpang.

"Harga pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter. Otomatis biaya beli bahan bakar semakin tinggi. Kami akan naikan harga Rp 120.000 sampai Rp 130.000 per penumpang," tandasnya.

Untuk diketahui, rincian kenaikan harga BBM tersebut yakni, Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar subsidi dari Rp 5.150 perliter menjadi Rp 6.800 per liter, Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. Rincian harga  BBM disampaikan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif dalam konferensi pers dua hari lalu. *

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved