Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Hari Ini Rabu 14 September 2022, Percaya kepada Yesus
Tema Renungan Harian Katolik Hari Ini yaitu Percaya Kepada Yesus Diwujudkan Dalam Bentuk AKSI Nyata, Dan Bukan Dalam Bentuk NARASI, Akan Beroleh Hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Fr-M-Yohanes-Berchmans.jpg)
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende
TRIBUNLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Harian Katolik Hari Ini Rabu 14 September 2022.
Tema Renungan Harian Katolik Hari Ini yaitu Percaya Kepada Yesus Diwujudkan Dalam Bentuk AKSI Nyata, Dan Bukan Dalam Bentuk NARASI, Akan Beroleh Hidup yang Kekal.
Renungan Harian Katolik Hari Ini dibawakan oleh Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 14 September 2022, Lengkap dengan Mazmur Tanggapan
SEMANGAT PAGI, pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Pesta Salib Suci. Dan bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang Percakapan Dengan Nikodemus (Yoh. 3: 13 - 17). Yesus mengadakan percakapan dengan Nikodemus, tentang jati diriNya. Nikodemus adalah seorang pemimpin agama orang Yahudi dan termasuk kelompok yang disebut sebagai Farisi.
Walaupun demikian, dia telah melihat mukjizat yang dilakukan oleh Yesus dan telah mendengar ajaran Yesus. Dia percaya bahwa Yesus benar benar seorang Guru yang diutus Allah.
Dia ingin bertemu Yesus dan bercakap cakap dengan Nya, tetapi ia menunggu sampai malam tiba, agar tidak dikenal secara umum sebagai murid Yesus.
Dan inti percakapan Yesus dan Nikodemus adalah mengenai kelahiran kembali dan kehidupan kekal. Kelahiran kembali berarti orang harus dibaptis dari air dan Roh Kudus, yang berarti pula dia harus bertobat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini Rabu 14 September 2022, Salib Suci Yesus Kristus Menyelamatkan Kita
Dengan bertobat itu artinya menjadi manusia baru. Sedangkan untuk memperoleh kehidupan kekal, orang harus percaya kepada Yesus.
Dia bersabda " setiap orang yang percaya kepada Yesus, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab, Allah mengutus Anak Nya ke dalam dunia, bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya".
Bagaimana dengan kita? Kita memang telah dibaptis dan menjadi murid dan pengikut Yesus? Tetapi pertanyaannya adalah apakah kita telah sungguh sungguh menjadi murid yang percaya kepada Yesus? Bukti bahwa kita sungguh sungguh menjadi murid yang percaya kepada Yesus adalah kita hidup sesuai dengan perintah dan ajaran Nya untuk saling mengasihi, saling mengampuni dan saling melayani satu dengan yang lain dengan tulus.
Jadi, percaya dan beriman kepada Yesus harus diwujudkan dalam bentuk AKSI yang nyata, konkrit, dan bukan dalam bentuk NARASI. semoga demikian.