Berita Lembata

Kejari Lembata Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Puskesmas Wowong dan Bean

Kejaksaan Negeri Lembata tidak pernah menyerah dalam mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Penetapan PKM tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negri Lembata, Kamis 22 September 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kejaksaan Negeri Lembata tidak pernah menyerah dalam mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Setelah melalui proses panjang sejak penyelidikan, penyidikan sampai mengekspos kasus, akhirnya Kejari Lembata menetapkan tersangka kasus proyek pembangunan Puskesmas Wowong dan Puskesmas Bean tahun 2019.

Penetapan tersangka ini dilakukan oleh Kejari Lembata usai melakukan pemeriksaan terhadap 17 saksi, termasuk hasil keterangan ahli Kontruksi, Keterangan Ahli Konsultan Publik dan dan bukti bukti lain, Kejari Lembata menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus Kanisius Mudapue sebagai tersangka.

Petrus diduga berperan penting dalam kasus ini karena tidak menerbitkan surat penghentian pekerjaan terhadap dua proyek tersebut.

Baca juga: Catatan Tuan Rumah Persebata Lembata dalam El Tari Memorial Cup 2022

Hal ini disampaikan oleh Kejari Lembata, Azrijal usai menetapkan PKTM sebagai tersangka di Kantor Kejari Lembata, 22 September 2022.

Azrijal menjelaskan, peran Petrus sebagai PPK mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah atas proyek Puskesmas Wairiang di Desa Bean dengan nomor kontrak:01.02/SP.KONTRAK-P.WAIRIANG/DINKES/VII/2019, tanggal kontrak 26 Juli 2019 itu memiliki nilai kontrak Rp.5.981.353.000.

Sementara untuk Puskesmas Balauring di Wowong dengan nomor kontrak :07.02/SP.KONTRAK-P. BALAURING/DINKES/VII/2019 tanggal kontrak 8 Juli 2019 itu memiliki nilai kontrak Rp.5.944.072.471.

Dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Puskesmas Balauring di Wowon pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2019 terjadi 10 kali addendum penambahan waktu.

Baca juga: Perempat Final El Tari Memorial Cup, Pendukung Persebata Lembata Masuk Lapangan Saat Adu Penalti

“Dan berdasarkan ekspos Perkara oleh Tim Penyidik hari Rabu 21 September 2022, didasarkan alat bukti, keterangan saksi-saksi sebanyak 17 orang dan Ahli (Ahli Konstruksi, Ahli Pengadaan Barang dan Jasa dan Ahli Akuntan Publik independen), bukti surat yang telah disita secara sah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum oleh PPK yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.981.025.470,- (dua milyar sembilan ratus delapan puluh satu juta dua puluh lima ribu empat ratus tujuh puluh rupiah”, ungkap Azrijal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved