Berita Sikka
Tersangka Buang Bayi di Maumere Mengaku Tak Ada Pihak Lain Terlibat
Pengakuan demi pengakuan diberikan KKL siswi salah satu SMK di Kota Maumere yang membuang bayinya di Kali Mati Kelurahan Nangameting, Alok Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PENJELASAN-KASUS-BUANG-BAYI.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Tersangka buang bayi berinisial KKL alias N, siswi salah satu SMK di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores mengaku tak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Pengakuan itu disampaikan tersangka dalam pemeriksaan tertutup di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka.
"Sesuai pengakuan saat pemeriksaan, tersangka mengaku bekerja sendiri saat melahirkan hingga membuang bayinya," ujar Kasie Humas Polres Sikka, AKP Margono di ruangan kerjanya, Kamis 22 September 2022.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi diluar dari lingkaran keluarga tersangka.
Baca juga: Kasus Siswi Buang Bayi di Maumere, Ini Penjelasan Dokter Puskesmas Boganatar di Talibura Sikka
"Kita sudah periksa lima orang saksi, termasuk keterangan dari tersangka," katanya.
Sesuai hukum yang berlaku, kata Margono, tetap diberlakukan terhadap tersangka sekalipun berstatus pelajar.
Menurutnya, hukuman yang disangkakan yaitu Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Sudah ditetapkan tersangka setelah kita periksa. Dia seorang siswi kelas X yang usianya sudah 19 tahun," katanya.
Baca juga: Bulan Kitab Suci Nasional 2022 di Sikka, SMK St.Thomas Maumere Gelar Lomba Baca Kitab Suci
Berdasarkan informasi yang beredar, tersangka sempat dua tahun di luar sebelum kembali mengenyam pendidikan tingkat menengah akhir (SMA/SMK).
Selain itu, keluarga tersangka membuka tabir soal identitas ayah biologis yang saat ini sudah melarikan diri.
"Dia kasih tau kami kalau hamil dengan pacarnya C. Katanya orang dari Kecamatan Bola dan sekarang lari ke Kalimantan," ujar Maria Dojawa, mama kecil tersangka.
Pihak keluarga belum bisa mengonfirmasi lebih detail soal kapan komunikasi terakhir tersangka dan pacarnya C lantaran handphone tersangka hilang di hutan saat mengamankan diri dari kejaran polisi.*