Berita Flores Timur

Kembangkan Tanaman Bonsai, Pria di Flores Timur Ini Raup Omzet Puluhan Juta

Pria yang akrab disapa Sus ini mulai merintis usaha sejak tahun 2017. Tanaman bonsainya kian digandrungi masyarakat dalam wilayah Pulau Flores.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KEBELEN
BONSAI-Tanaman Bonsai Milik Algonsus Boli Puhun di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Senin 26 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Alfonsus Boli Puhun (36), warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur sukses mengembangkan tanaman hias bonsai atau miniatur pohon.

Pria yang akrab disapa Sus ini mulai merintis usaha sejak tahun 2017. Tanaman bonsainya kian digandrungi masyarakat dalam wilayah Pulau Flores.

Selain ulet bertanam bonsai, Sus disukai warga sekitar lantaran sikapnya yang santun, bersahaja, dan peramah. Kreatifitas pria murah senyum sangat menginspirasi banyak orang.

Baca juga: Wisata Flores, Menikmati Keindahan Pulau Kanawa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores NTT

 

Saat disambangi TRIBUNFLORES.COM, Senin 26 September 2022, Sus bercerita banyak soal motovasinya mengembangkan tanaman bonsai. 

"Ini karena hobi, tanaman hias bonsai memiliki pancaran keindahan yang begitu eksotis," ujarnya sembari memandu wartawan berkeliling.

Pada tahun 2021, puluhan tanaman miliknya diserbu pengusaha dari Kabupaten Sikka. Bonsai santigi gunung dan beringin dibeli seharga puluhan juta rupiah.

"Tahun lalu orang pernah beli. Totalnya senilai Rp 20.000.000. Ada puluhan tanaman, mereka muat di mobil," ujarnya.

Selain melayani pembeli, keindahan tanaman bonsai mulai diapresiasi pemerintah Kabupaten Flores Timur yang menggelar pameran bonsai di Taman Kota Larantuka belum lama ini.

Baca juga: Hari Kontrasepsi Sedunia 2022, Dinas P2KBP3A Sikka Gelar Baksos di Puskesmas Beru

"Saya juga ikut waktu pameran di Larantuka. Ada puluhan tanaman yang saya bawa," ucapnya.

Menurut Sus, merawat tanaman bonsai butuh ketelitian ekstra lantaran mudah mati sebelum bertunas. Proses perawatan butuh waktu dan kesabaran tinggi.

Ia bahkan berkelana sepanjang pesisir pantai dan menjajal hutan dekat Gunung Lewotobi demi mendapat anakan pohon.

"Namanya juga hobi, biar jauh sampai tetap cari. Ada kegembiraan tersendiri. Apa lagi kalu sudah tumbuh subur, rasanya puas dan gembira,' katanya.

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved