Berita Sikka
P2KBP3A Kabupaten Sikka Sosialisasi Program Bangga Kencana Bidang KB
Sosialisasi itu menghadirkan bidan sub koordinator dan bidan penyuluh KB semua puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SOSIALISASI-KB.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristil Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (P2KBP3) Kabupaten Sikka, Rabu, 28 September 2022 pagi menggelar sosialisasi program Bangga Kencana KB di aula dinas.
Sosialisasi itu menghadirkan bidan sub koordinator dan bidan penyuluh KB semua puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka.
Kadis P2KBP3A Kabupaten Sikka, dr.Maria BS.Nenu, MPH kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Kamis, 29 September 2022 pagi menjelaskan, saat ini menghadapi masalah kependudukan yang serius karena laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak seimbang dengan laju pertumbuhan ekonomi dan sektor kehidupan lainnya.
Oleh karena itu, papanya, usaha pemerintah memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya menghadapi kendala yang serius. Pasalnya, berbagai negara yang menghadapi masalah kependudukan dan mereka berusaha secara maksimal menekan laju penduduknya.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Korban Lakalantas di Sikka, Korban Terjepit Ban Belakang Tronton
“Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk maka pemerintah saat ini sedang melakukan upaya penguatan manajemen pelayanan KB menjadi satu upaya yang sangat penting. Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yaitu pemerintah bertanggung jawab dan menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas pelayanan, alat dan obat dalam memberikan pelayanan KB yang aman, bermutu dan terjangkau oleh masyarakat. Pelayanan KB merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam tujuan MDGs , namun dalam satu dekade terakhir capaian Contraceptive Prevalence Rate (CPR), Age Specific Fertility Rate (ASFR) perempuan usia 15-19 tahun dan unmet need belum menunjukkan hasil yang optimal. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan antara lain dengan pendekatan pelayanan yang berkelanjutan “continuum of care” mulai dari hulu pada sampai hilir mulai dari remaja, calon pengantin,ibu hamil, ibu bersalin nifas serta pasangan usia subur,” ujarnya.
Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)telah berubah nomenklatur programnya menjadi Bangga Kencana.
Baca juga: Ibu Negara Terpukau Saksikan Suara 1.000 Sasando Pecahkan Rekor MURI
“Secara umum gambaran pencapaian Program KKBPK (Bangga Kencana) sampai dengan tahun 2019 masih belum memenuhi target beberapa pencapaian yang belum maksimal diantaranya Angka Kelahiran Total (total fertility rate/TFR) 15-49 tahun barumencapai 2,45 per-WUS danbelummencapai target yang diharapkan 2,28. Begitu pun juga untuk target tingkat putus pakai kontrasepsi yang baru mencapai 29 persen,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, tujuan rakor ini membangun kemitraan, jejaring kerja, peran serta masyarakat dan kerjasama global, memperkuat inovasi, teknologi, informasi dan komunikasi serta membangun kelembagaan, meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan SDM aparatur. (Cr6)