Kebakaran di Sikka
Polisi Ungkap Kronologi Lansia di Sikka Tewas Terjebak Api, Sempat Makan Bersama Keluarga
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban telah lama menderita stroke, sempat makan malam bersama keluarganya.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/OLAH-TKP-Anggota-Polres-Sikka-saat-melakukan-olah-tkp-kebakaran-rumah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Korban yang merupakan lansia dan menderita stroke, selesai makan malam lalu beristirahat di dalam kamar, sementara keluarga pergi ke rumah lain yang berjarak sekitar 100 meter.
- Sekitar pukul 22.00 WITA, tetangga melihat kebakaran dan berteriak meminta pertolongan, warga segera menuju lokasi namun api sudah membesar dan melalap seluruh rumah.
- Upaya penyelamatan tidak berhasil, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah, sementara api berhasil dipadamkan secara manual oleh warga.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Kebakaran rumah terjadi di Dusun Wolomude, RT/RW 013/003, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kebakaran tersebut mengakibatkan seorang perempuan lanjut usia berinisial T.S (95) meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumahnya.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menjelaskan kronologi kejadian itu, Jumat (24/4/2026).
Kata Leonardus, berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban yang diketahui telah lama menderita stroke, sempat makan malam bersama keluarganya.
Setelah itu, korban langsung beristirahat di dalam kamar. Sementara itu, saksi yang merupakan keluarga korban bersama suaminya pergi ke rumah baru mereka yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
Baca juga: Tak Bisa Selamatkan Diri, Lansia Korban Kebakaran Rumah di Sikka Penderita Stroke
Berteriak Minta Tolong
Tidak lama kemudian, seorang tetangga yang tinggal berseberangan dengan rumah korban berteriak meminta pertolongan setelah melihat api mulai membesar.
"Mendengar teriakan tersebut, keluarga korban dan warga sekitar segera berlari menuju lokasi kejadian,"terang dia.
Ia mengatakan saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan dengan cepat melalap seluruh bangunan rumah yang terbuat dari dinding bambu.
Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sekaligus berusaha menyelamatkan korban yang berada di dalam rumah. Namun, kobaran api yang sudah tidak terkendali membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah setelah api berhasil dipadamkan secara bertahap oleh warga. Seluruh bagian rumah beserta isinya dilaporkan hangus terbakar.
"Usai kejadian, warga melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian,"jelasnya.
Ia menyebutkan petugas dari Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Akibat kejadian ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,"sebut dia.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News