Berita Sikka

Melky Mekeng Cari Pendanaan Bangun Patung Frans Seda di Maumere

Politisi Partai Golkar dan anggota Komisi XI DPR RI,Melky Mekeng mengatakan akan mencari pendanaan membiayai pembangunan Tugu Frans Seda di Maumere.

Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
POS KUPANG/DION BATA PUTRA
Frans Seda mengemudikan speed boat di Teluk Maumere pada bulan Oktober 2005 dalam perjalanan menuju Biara Trapis di Lamanabi Tanjung Bunga,Kabupaten Flores Timur. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Politisi Partai Golkar dan anggota Komisi XI DPR RI, Melky Mekeng mengatakan akan mencari pendanaan membiayai pembangunan Tugu Frans Seda di Kota Maumere, Pulau Flores. Rencana lokasi pendirian patung tersebut pada pertigaan Jalan Trans Flores menuju Bandara Frans Seda Maumere.

“Saya tunggu proposalnya yang akan diajukan oleh Universitas Nusa Nipa Maumere agar saya bisa cari pendanaanya. Semuanya harus rasional dan bisa dipertangguingjawabkan,” kata Melky Mekeng kepada TribunFlores.com, Sabtu siang 19 November 2022 di Maumere.

“Jangan (anggaranya) seperti rencana pembangunan Menara Lonceng yang sampai hari ini tidak ada realisasinya,”wanti-wanti Melky Mekeng.

Pilihan lokasi ini demikian Melky, sama seperti Patung Soekarno-Hatta menuju ke Bandara Cengkareng di Jakarta. Sebelum menuju Bandara, orang telah menyaksikan kehadiran patung di lokasi itu.

Baca juga: Anggota DPR RI, Melchias Mekeng Bantu Rp 100 Juta Bangun Gereja Santa Maria Perumnas Maumere

Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI mengaku sejak kecil telah mengidolakan Frans Seda. Dia mengenal tokoh ini karena ayahnya pernah menjadi staf khusus Frans Seda yang saat itu tinggal di Jalan Sriwijaya, salah satu kawasan elite di Jakarta.

Ia mengaku sangat senang bila pembangunan Patung Frans Seda bisa terealisasi dalam waktu-waktu mendatang. Bagi Melky, sosok Frans Seda merupakan tokoh nasional lintas batas yang memiliki kemampuan multi talenta. Sederetan jabatan menteri dan jabatan setingkat menteri dipercayakan kepadanya sejak presiden pertama RI Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Gus Dur sampai Presiden Megawati.

Kemampuan Frans Seda, demikian Melchias bukanya hanya diakui oleh Indonesia. Namun lintas batas negara menjadi salah satu anggota Dewan Kepausan.

Melky yang kini menjabat anggota Komisi XI DPR RI mendapat wejangan khusus dari Frans Seda, sebelum ia meninggal dunia tanggal bulan Desember 2009. Bila memasuki arena politik, demikan  nasehat yang selalu diingatnya harus miliki sikap berdiri dan tiarap. Tidak selamanya seorang polisis harus terus berdiri, tapi sesekali harus tiarap.

Baca juga: Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng Kaget, Ruas Jalan Habi-Nele di Sikka Rusak Parah

Seorang politisi, nasehat Frans Seda, dia akan selalu menjadi sasaran tembak lawan. Maka sesekali ia harus tiarap lagi menyusun kekuatan.

“Nasehat Pak Frans selalu saya ingat sampai sekarang,”kenang Melky.

Sementara Wakil Rektor I Unipa Indonesia, Dr. Gery Gobang membenarkan Unipa sedang menggarap proposal pembangunan Patung Frans Seda di Kota Maumere.

Ia mengatakan proposal itu akan diserahkan kepada anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Mekeng agar mencari pendanaan pembangunan Patung Frans Seda.

Baca juga: KEMMAS Sikka Adakan MPAB, Ajak Mahasiswa Jangan Takut Berorganisasi

Gery Gobang membenarkan calon lokasi pendirian patung Frans Seda berada di depan Hotel Permata Sari atau tepatnya pada pertigaan Jalan Frans Flores Maumere-Laratuka dan jalan menuju Bandara Frans Seda, sehingga muda dilihat orang.

“Rencana secepatnya diajukan proposal tersebut. Unipa sedang menghimpun RAB-nya dan segera disampaikan pada kesempatan pertama,” kata Gery.

Frans Seda lahir di Lekebai, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT pada 4 Oktober 1926. Ia pernah menjabat Ketua Seksi Penerangan Kongres Pemuda Indonesia (1950), Penasihat Ekonomi Gubernur Militer Nusa Tenggara, Denpasar, Bali (1956), Ketua Partai Katolik Indonesia (1961-1968), Menteri Perkebunan (1964-1966). Kemudian,Menteri Pertanian (1966), Menteri Keuangan (1966-1968), serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973).

Jabatan lainnya Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg/Kepala Perwakilan RI pada Masyarakat Ekonomi Eropa, Brussel (1973-1976), Anggota DPA (1976-1978). Frans Seda juga adalah pendiri dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya (1960- 1964), Wakil Ketua Yayasan Bentara Rakyat, Ketua Yayasan Atma Jaya Jakarta.

Frans Seda pula yang mengusulkan kepada Soekarno agar Indonesia memiliki koran berskala nasional yang belakangan menjelma dalam kelahiran Kompas. *

Berita Sikka lainnya

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved