Berita NTT

Pertamina Membenarkan Pengurangan Kuota Minyak Tanah

Pertamina wilayah NTT membenarkan  pengurangan kuota bahan bakar minyak jenis minyak tanah.Pengurangan kuota itu sejalan dengan arahan BPH Migas.

Editor: Egy Moa
DOK.HU POS KUPANG
Warga Kota Kupang mengantre minyak tanah di salah satu pangkalan minyak tanah. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Pertamina wilayah NTT membenarkan  pengurangan kuota bahan bakar minyak ( BBM) jenis minyak tanah. Pengurangan kuota itu sejalan dengan arahan BPH Migas.

Diketahui beberapa hari terakhir warga di Kota Kupang mengeluh adanya kelangkaan minyak tanah di sejumlah pangkalan. 

Mutiara Evy selaku Comrel MOR Pertamina Jatimbalinus, membenarkan adanya pengurangan kuota minyak tanah. 

"Terkait kuota minyak tanah, memang benar terjadi pengurangan atas arahan dan kebijakan dari BPH Migas," sebutnya, Rabu 23 November 2022 dalam keterangannya.

Baca juga: Dapat Rekomendasi, Desa Noebaun Ikut Festival Desa Binaan Bank NTT dan PAD Tahun 2022

Selaku operator, dia menyatakan bahwa PT Pertamina hanya melaksanakan tugas yang telah ditetapkan.  Mutiara menambahkan, BPH Migas juga telah melakukan peninjauan terkait hal itu. 

Selanjutnya, kata dia, Pertamina akan menunggu arahan lebih lanjut dari BPH Migas mengenai kuota minyak tanah ini. 

"Dari pihak BPH Migas sudah melakukan peninjauan terkait hal tersebut, dari pihak Pertamina juga masih menunggu arahan lebih lanjut terkait kuota tersebut dari pihak BPH Migas," tambah dia. 

Sebelumnya, banyak warga di Kota Kupang mengeluh karena tidak kebagian jatah minyak tanah saat mengantre di pangkalan.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Awu Jelang Liburan Natal dan Tahun Baru Rute NTT hingga Surabaya

Yanti Mada, misalnya. Warga Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama ini sudah satu pekan lebih susah mendapatkan minyak tanah. Bahkan telah mencari hingga ke beberapa pangkalan, namun hasilnya nihil.

Dia bercerita, sejak pagi sudah mengantre di pangkalan depan sebuah ruko di Oebobo, dan baru mendapatkannya pada malam hari dengan harga Rp10.000 per botol.

"Beta (saya) sempat dapat cerita dari kawan, dia dapat minyak tanah dari agen entah di mana dia sonde mau sebut bilang ambil di gudang dapat sampai 10 jeriken, ini artinya dong (mereka) sembunyi," ucapnya. 

Dia berharap kuota minyak tanah di Kota Kupang kembali normal, karena sebagian besar warga sangat membutuhkan apalagi jelang perayaan Natal dan tahun baru.

Baca juga: Anggota DPRD Sikka Bangga RSUD TC Hillers Maumere Jadi Rumah Sakit Rujukan di NTT

"Semoga kembali normal seperti biasa, andaikan harga mau dinaikkan tolong pihak yang menyalurkan minyak ini menginformasikan dengan jelas, jangan ada timbun minyak karena kami masyarakat semua butuh. Kami masyarakat ekonomi menengah belum semua bisa pakai gas," tutup Yanti Mada.

Pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Oesapa bernama Andry Abbas mengatakan, kelangkaan ini bisa terjadi karena kebijakan pemerintah maupun dari Pertamina.

Ia beralasan,  karena beberapa bulan lalu setiap pangkalan mendapatkan lima drum, namun sekarang dikurangi menjadi empat drum.

"Jadi kita pemilik pangkalan hanya ikut-ikut aturan saja. Hari ini kita bagi empat drum habis semua tapi banyak warga yang tidak dapat jatah," kata dia. *

Berita NTT lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved