Berita Kota Kupang

Aliansi Free West Papua Bentrok dengan Ormas di Kupang

Sekelompok mahasiswa asal Papua menggelar demonstrasi di depan Universitas Widya Mandira Kota Kupang, Kamis 1 Desember 2022 terlibat bentrokan.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/JEVON AGRIPA DUPE
Aliansi Free West Papua (FWP) menggelar demonstrasi berada di Kantor Kepolisian Resort Kota Kupang, Kamis 1 Desember 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Jevon Agripa Dupe

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Aliansi Free West Papua (FWP)  menggelar demonstrasi di depan Universitas Katolik Widya Mandira di Jalan Achmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang,  Kamis 1 Desember 2022.

Mereka menuntut hak menentukan nasib sendiri Bangsa Papua, yang mendapat penolakan Ormas masyarakat hingga berujung bentrok.

”Point tuntutan yang kami adalah pemberian hak menentukan nasib sendiri," kata Yakobus Sakeek, Kordinator Lapangan Aliansi FWP di Polres Kota Kupang, Jl. Frans Seda, Kayu Putih.

Yakobus mengakui terdapat oknum yang berselisih paham dan membubarkan orasi mereka hingga terjadi bentrok.

Baca juga: Mobil Box Tabrak Pasien yang Gunakan Kursi Roda di RSUD Johannes Kupang

”Oknum yang tidak Kami ketahui membubarkan kami secara paksa, orang-orang tersebut kami anggap sebagai preman”, kata Yakobus.

Yakobus juga menyampaikan pihak kepolisian melerai bentrok yang terjadi sehingga dirinya dan kelompoknya diamankan ke Polresta Kupang Kota,

”Karena sudah terjadi bentrok maka kepolisian mengamankan kami dan membawa kami ke Polsek Kelapa Lima dan setelah itu kami di bawah ke Polresta sini”, ucap Yakobus.

Yosep Mete perwakilan organisasi mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Free West Papua, membenarkan terjadi bentrok antara demonstran dan ormas yang tidak ketahui dirinya.

Baca juga: Atasi Kelangkaan Minyak Tanah di Kupang, Pertamina Tambah Kuota, Warga Tidak Boleh Panik

”Benar saat kami menyampaikan point tuntutan ada ormas yang kami tidak tahu datang membubarkan hingga bentrok”,ungkap Yosep.

Yosep mengakui dirinya dan aliansi dibawah ke Polres Kupang agar bentrok yang terjadi tidak berkepanjangan,

”Kami dibawah polisi kesini untuk diamankan karena ada amukan masa dari ormas yang kami anggap preman itu”, ungkap Yosep.

Yosep berharap jika ada selisih paham baiknya didiskusikan dengan baik dan terarah sehingga tidak perlu ada bentrok.

”Saya berharap jika ada selisih paham kita bisa buat semacam meja bundar agar kita diskusikan agar tidak perlu ada kekerasan," harap Yosep.*.

Berita Kupang lainnya

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved