Berita NTT
Pria di NTT Bacok Saudaranya, Dua Korban Alami Luka Parah Dirujuk ke Rumah Sakit
Korban pertama, Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53), mengalami luka sobek pada bagian tangan, kaki punggung dan kepalanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ilustrasi-Penganiayaan-IRT.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
TRIBUNFLORES.COM, WAINGAPU - Dua korban penganiayaan atau pembacokan di Desa persiapan Lata Lanyir, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Waingapu.
Korban pertama, Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53), mengalami luka sobek pada bagian tangan, kaki punggung dan kepalanya.
Korban sempat tidak berdaya dan jatuh ke tanah akibat luka-luka itu.
Sementara korban kedua, Markus Rihi Nganggu alias Markus (60) juga mengalami luka robek pada bagian kaki dan tangannya akibat penganiayaan itu.
Baca juga: Mahasiswi di NTT Tipu Orangtua, Keluarga Datang ke Wisuda Pakai Pikap, Skripsi Belum Rampung
Kapolsek Lewa Ipda Muhammad Andi Fayet, S.Tr.K melalui Kanit Reskrim, Aipda Joan Pablo menyebutkan, kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Lewa untuk mendapat perawatan. Namun karena luka luka yang cukup serius makan diputuskan untuk di rujuk ke Waingapu.
"Terhadap kedua korban, karena luka sobek yang dideritanya cukup parah akhirnya dirujuk untuk dirawat lebih intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu dan RSK Lindimara Waingapu," sebut Aipda Juan Pablo kepada Pos Kupang.
Aksi pembacokan atau penganiayaan berat itu terjadi pada Selasa 6 Desember 2022 sekitar pukul 08.00 Wita di Lokasi persawahan Kalu Kauk, RT.006 / RW.005, Desa persiapan Lata Lanyir, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur.
Aipda Juan Pablo menyebut, aksi itu buntut dari perebutan lahan sawah gadai yang ditinggalkan orang tua korban dan terduga pelaku selepas meninggal dunia.
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Flores Hari Ini Kamis 8 Desember 2022, Sebagian Wilayah Cerah Berawan
Saat orang tua mereka masih hidup, sawah gadai tersebut digarap oleh korban Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53) selaku saudara tua.
Namun setelah orang tua mereka meninggal, terduga pelaku Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46) mengambil alih lahan sawah tersebut secara sepihak.
Akibatnya, hubungan kedua saudara yang merupakan warga Desa Kangeli, Kecamatan Lewa Tidahu itu menjadi tidak akur.
Aipda Joan Pablo menyebut, puncak pertikaian terjadi pada Selasa pagi.
Saat melintas di lokasi persawahan, korban Tomas Kopa Rihi alias Bapa Nofri (53) melihat saudaranya Semiun Keba Huki alias Bapa Yati (46) sedang membersihkan rumput menggunakan sebilah parang Sumba di lokasi sawah.