Selasa, 21 April 2026

30 Tahun Tsunami Flores

Polisi dan Warga Tanam 500 Pohon Mangrove di Pesisir Talibura Sikka

Memperingati 30 tahun musibah gempa bumi dan tsunami Flores 12 Desember 1992 aparat Polsek Talibura dan Sub Sektor Nebe menanam 500 anak mangrove.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Polisi dan Warga Tanam 500 Pohon Mangrove di Pesisir Talibura Sikka
DOK.POSPOL TALIBURA
Anggota Pos Polisi Talibura dan anggota Polisi Sub Sektor Nebe bersama warga menanam 500 anakan mangrove di pesisir Pantai Desa Watubaing Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Senin 12 Desember 2022.   

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Anggota Polres Sikka, Pos Polisi Talibura dan Anggota Polisi Sub Sektor Nebe bersama ratusan warga menanam 500 anakan mangrove di pesisir pantai di Desa Watubaing Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Senin 12 Desember 2022.

Kapospol Talibura, Aipda Maleakhi Missa saat dihubungi TribunFlores.com, mengatakan kegiatan ini merupakan peringatan 30 tahun gempa dan Tsunami yang terjadi di pulau Flores pada tanggal 12 Desember 1992 silam

Selain itu mempererat tali silaturahim untuk tetap menjaga situasi kamtibmas khususnya di wilayah Kecamatan Talibura.

" Kami bersama masyarakat menanam 500 anakan mangrove ini sebagai peringatan 30 tahun gempa dan Tsunami yang terjadi di pulau Flores pada tanggal 12 Desember 1992 silam," ujarnya.

Baca juga: Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Gempa dan Tsunami Flores di Pelabuhan Maumere 

Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat selain mengayomi, melindungi dan melayani juga berinisiatif melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove yang difokuskan disepanjang pantai di Desa Watubaing Kecamatan Talibura. 

Dia berharap kepada warga agar menjaga pohon yang sudah ditanam dan diharapkan tidak merusaknya atau mencabut pohon tersebut.

"Kami menitip pesan kepada warga agar pohon-pohon yang sudah ditanam dapat dijaga dan dirawat, sehingga dikemudian hari bisa sangat bermanfaat bagi anak-anak maupun keluarga," tambah dia.

Ketua Komunitas Pencinta Mangrove Watubaing, Wawan Duran mengatakan pohon mangrove secara bersama-sama guna melestarikan lingkungan hidup dan juga dalam rangka memperingati 30 tahun gempa dan tsunami Flores pada tahun 1992.

Baca juga: Theresia Emilia Beci Da Cunha Menangis saat Mengenang 30 Tahun Gempa dan Tsunami Flores 1992

Selain itu, penanaman pohon mangrove pesisir  Pantai Watubaing untuk mencegah terjadinya abrasi akibat ombak laut, serta pelestarian lingkungan hidup.* 

Berita Sikka lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved