Berita Sikka
Kaki Lumpuh Tak Halangi Bernadus Tekuni Pemecah Batu Hidupi Keluarga
Menderita sakit lumpuh pada kedua tangan sejak berusia remaja tak menghalangi Bernadus Tana untuk berusaha.Menjadi pemecah batu ia mendapatkan uang.
Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KURSI-RODA-UNTUK-BERNADUS.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Penyakit lumpuh mendera dua kaki Bernadus Tana (59) sejak usianya sekitar 10 tahun. Berbagai usaha pengobatan dilakukan oleh kedua orangtuanya membantu Bernadus,meski usaha mereka seolah sia-sia.
Entahlah penyebab sakitnya, Bernadus tak mengetahuinya secara pasti hingga kondisinya saat ini. Yang masih diingatnya kemungkinan ada yang mengguna-gunainya. Keduanya kakinya mengalami lumpuh total.
Penderitaan itu membuat Bernadus tak leluasa beraktivitas seperti anak-anak sebayanya. Tak bisa bermain apalagi mengenyam pendidikan dasar. Sama sekali tidak dirasakanya.
Hidup terus berlanjut membawa Bernadus hingga usia dewasa. Warga Kampung Dokot, Desa Tilang, Kecamatan Nuta tidak ingin terus larut dengan penderitaan apalagi menggantung hidup kepada orang lain.
Baca juga: GM Pelindo Maumere ‘Ngotot’ Pasang Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Tak punya ketrampilan apapun,tak menghalangi Bernadus untuk mengasilkan uang untuk kebutuhannya. Punya dua tangan yang masih kokoh menjadi andalan.
Setiap hari ia ‘merayap’ dengan kedua tanganya membawa tubuhnya dari rumah ke Kali Dokot. Jaraknya sekitar 300-an meter. Di bawah kali inilah, Bernadus menekuni usaha memecahkan batu kali menjadi kerikil.
“Saya belajar pecahkan batu jadi kerikil ukuran 2x3 dan 3x5. Sudah lebih dari 20 tahun saya buat kerikil dijual,” ujar Bernadus.
Ketika telah memiliki istri dan dua orang anak yang telah berusia dewasa, semangat memecahkan batu jadi kerikil tidak surut. Ia mampu menafkahi keluarga dari usahanya menjual batu kerikil. Sebulan bisa menghasilkan Rp 750.000-Rp 1 juta.
Baca juga: Penghargaan untuk Baba Akong,PT Pelindo Kucurkan Rp 50 Juta Pelestarian Mangrove
Meski menyandang disabilitas,Bernadus selalu luput dari bantuan pemerintah. Ia bersyukur namanya diakomodir menerima kursi roda program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT Pelindo Cabang Maumere.
“Epanggawang (terima kasih) untuk PT Pelindo mau bantu saya kursi roda. Saya rasa terhormat bisa menerima bantuan ini,” ujar Bernadus kepada TribunFlores.com, Selasa siang.
Penyerahan bantuan TJSL kursi roda bersamaan peluncuran bantuan elektrifikasi listrik gratis, bantuan sembako natal dan bantuan tunai kenaikan harga BBM kepada keluarga kurang mampu di Dusun Letet, Desa Tilang, Kecamatan Nita, Selasa 13 Desember 2022.
General Manajer PT Pelindo Cabang Maumere, Erry Ardiyanto, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, GM PT PLN Flores Bagian Timur, pimpinan PT Pos Giro menyerahkan bantuan tersebut disaksikan warga setempat. *