Minggu, 12 April 2026

Wisata Flores Timur

Jelajah Keindahan Panorama Alam Tanjung Eputobi Flores Timur

Keindahan alam Flores Timur memikat hati setiap pengunjung yang datang. Kekayaan alam dan budya yang melimpah selalu menjadi incaran wisatawan

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Jelajah Keindahan Panorama Alam Tanjung Eputobi Flores Timur
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
TANJUNG EPUTOBI - Pemandangan bentangan bebukitan di perairan Flores Timur dari Bukit Eputobi 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Keindahan alam Flores Timur memikat hati setiap pengunjung yang datang. Kekayaan alam dan budayanya yang melimpah selalu menjadi incaran wisatawan. Salah satu spot wisata andalannya adalah Tanjung Eputobi.

Tanjung Eputobi merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal, domestik dan asing.

Letaknya yang sangat strategis di tepi Jalan Trans Larantuka-Maumere, di Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Lama perjalanan menggunkan kendraan roda dua kurang lebih 30 menit dari Kota Larantuka.

Letaknya yang strategis ini membuat para pelaku perjalanan memutuskan untuk sejenak beristirahat dan menepikan kendaraan di badan jalan. Melihat seluruh bentangan alamnya paling tepat berada di ketinggian kawasan tempat wisata ini.

Baca juga: Desa Wewit Launching Website Desa, Siap Promosikan Potensi di Wewit Adonara Tengah Flotim

 

Melepaskan penat atau sekadar menikmati bentangan alam Tanjung Eputobi yang menawan tentu memberikan kesan yang terlupakan.

Waktu sore hari selalu ramai karena keindahan matahari yang terbenam di balik bukit-bukit di Tanjung Eputobi. Di tempat wisata ini terdapat kedai-kedai kopi sederhana yang berlatarkan Pulau Konga, panorama teluk dan Pulau Solor.

Warung kopi menjadi tempat untuk melihat keindahan ini sembari meneguk secangkir kopi panas. Tak sekadar melihat eksotisnya senja di Tanjung Eputobi, setiap pengunjung tidak melewatkan moment ini. Merekam bentangan keindahan ini melalui ponsel dan ada yang berswa foto.

Tanjung Eputobi selain menyuguhkan keindahan, terdapat cerita yang di balik nama tempat wisata ini. Menurut penuturan penduduk setempat, dahulu terdapat pohon asam yang dijadikan tempat berkumpul penduduk usai mengiris tuak.

Tempat ini dinamai Eputobi, dalam bahasa setempat “epu” memiliki arti tempat orang berkumpul setelah iris tuak. Sedangkan “tobi” adalah pohon asam.

Dahulu, kegiatan berkumpul sebagai tatanan hidup berkomunitas. Menurut sejarah yang mereka tuturkan komunitas ini dekanl sebagai komunitas Dumbata atau Lewowerang.

Pantauan TribunFlores.com, Sabtu 17 Desember 2022, Banyak pengendara yang menghentikan laju kendaraannya saat melintasi Tanjung Eputobi di jalan ini. Sekedar melepas lelah atau sengaja untuk mengabadikan momen, dengan berfoto bersama atau pun swafoto.

"Mereka singgah sekedar berfoto ria, karena view pantai, Gunung Lewotobi, Pulau Konga, dan bentangan Pulau Solor begitu indah, apalagi di waktu sunset," Kata Aceng Kumanireng (45) salah satu penjual kuliner di Tanjung Eputobi

Berita Wisata Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved