Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Senin 19 Desember 2022, Hidup Benar Dihadapan Allah
Renungan harian Katolik Senin 19 Desember 2022.Renungan harian Katolik dibawakan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende
TRIBUFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Senin 19 Desember 2022.
Renungan harian Katolik dibawakan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.
Judul renungan harian Katolik hari ini Hidup benar Dihadapan Allah.
Renungan harian Katolik hari ini berpedoman pada bacaan suci.
Baca juga: Injil Hari Ini Senin 19 Desember 2022 dan Renungan Harian Katolik
SEMANGAT PAGI, dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Pemberitahuan Tentang Kelahiran Yohanes Pembaptis. Seperti kisah kelahiran Yesus Kristus, kisah kelahiran Yohanes Pembaptis pun dikabarkan melalui malaikat Gabriel kepada Zakaria.
Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi buah tutur di daerah pegunungan Yudea, mengingat Zakaria dan Elisabeth orang tua Yohanes Pembaptis sudah lanjut usia.
Namun, kuasa Allah merahmati Zakaria dan Elisabeth yang sudah lanjut usia tersebut. Tekun dan setia dalam doa, serta hidup benar dihadapan Allah, dan juga hidup menurut segala perintah dan ketetapan dengan tidak bercacat.
Dan buah dari itu semua, maka Tuhan mengaruniakan kepada Zakaria dan Elisabeth seorang putera yang diberi nama Yohanes, yang artinya Tuhan adalah baik atau Pemurah, di masa tua mereka.
Yang perlu digarisbawahi adalah jika dilihat dari sisi manusia, maka usia senja atau usia tua, apalagi mandul tidak mungkin bisa melahirkan.
Tetapi, kuasa Allah mengubah apa yang tidak mungkin bagi kita manusia menjadi mungkin bagai Allah. Dan kuncinya adalah hidup benar dihadapan Allah, sembari tekun dan setia dalam doa.
Bagaimana dengan kita? Kita bisa belajar dari dua sosok yang sudah lanjut usianya, namun semangat hidup doa mereka luar biasa, yakni pertama tekun dan setia dalam doa. Kita bisa melihat bagaimana mereka tidak pernah putus asa dalam doa, bahkan Tuhan baru mengabulkan doa mereka saat keduanya sudah usia lanjut.
kedua *keduanya tidak pernah putus asa dalam berdoa. Sebab bisa jadi, Tuhan mau menguji iman dan kesetiaan umat manusia kepada Nya. Kita pun barang kali merasa, bahwa Tuhan belum menjawab doa kita, oleh karena itu, kita ogah atau malas untuk berdoa.
Tetapi baiklah kita belajar dari Zakaria dan Elisabeth, untuk selalu tekun dan setia dalam doa. Karena bisa jadi, Tuhan sedang merencanakan yang terbaik bagi kita, pada saat yang tepat. Sebab Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan. Maka, kata kuncinya adalah hidup benar dihadapan Tuhan yang merupakan buah dari ketekunan dan kesetiaan dalam doa. Semoga demikian.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Senin 19 Desember 2022 Renungan Harian Katolik dan Injil Katolik Hari Ini