Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Persembahan kepada Tuhan
Renungan harian Katolik Kamis 29 Desember 2022.Renungan harian Katolik dibawakan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Fr-M-Yohanes-Berchmans.jpg)
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 29 Desember 2022.
Renungan harian Katolik dibawakan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende.
Judul renungan harian katolik hari ini adalah Persembahan Kepada Tuhan.
SEMANGAT PAGI, bacaan Injil hari ini diambil dari Lukas 2: 22 - 35. Lukas menceritakan bahwa " Maria dan Yusuf membawa kanak kanak Yesus ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan menurut hukum Taurat.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Kamis 29 Desember 2022 Lengkap Mazmur Tanggapan
Bahwa semua anak laki laki sulung harus dikuduskan bagi Allah".
Barangkali ada yang bertanya, mengapa harus dikuduskan? Bukankah Dia Anak Allah? Atau bukankah Dia Allah yang menjelma menjadi Manusia?
Atau banyak pertanyaan lainnya? Ingat, Yesus memang sungguh sungguh Allah, tetapi, jangan lupa Dia juga sungguh sungguh manusi seperti kita, namun Dia tidak memiliki dosa.
Sebagai manusia Dia masuk dalam sejarah hidup manusia. Oleh karena itu, Dia mengikuti adat istiadat atau hukum Taurat atau tradisi Yahudi.
Dia tidak pernah melawan, melainkan Dia datang untuk menyempurnakannya atau menggenapinya.
Selain menyerah kanak kanak Yesus, Maria dan Yusuf juga mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor ana burung merrpati.
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Rabu 28 Desember 2022 Injil Hari Ini dan Renungan Harian Katolik
Persembahan ini adalah simbol ucapan syukur atau terima kasih kepada Tuhan atas anugerah istimewa yang diterima oleh Maria dan Yusuf.
Anugerah itu adalah bahwa mereka berdua telah dipercaya oleh Allah menjadi orang tua asuh dari Yesus Putera Allah.
Kitapun harus belajar dari Maria dan Yusuf, yang menyerahkan dan mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan, sebagai ucapan syukur.