Berita Ende

Tahun 2022 Kejari Ende Selamatkan Uang Negara Rp 263 Juta dari Kasus Korupsi

"Tahun 2022, kami telah menyelamatkan uang negara senilai Rp. 263 juta dan sudah diserahkan ke kas negara," ungkapnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
BERI KETERANGAN - Kajari Ende, Romlan Robin, S.H. saat memberikan keterangan. Kejaksaan Negeri / Kejari Ende telah berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp. 263 juta. Kini uang tersebut telah diserahkan kepada negara. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Kejaksaan Negeri / Kejari Ende telah berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp. 263 juta. Kini uang tersebut telah diserahkan kepada negara.

Hal itu disampaikan oleh Kajari Ende, Romlan Robin, SH kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 2 Januari 2022 siang.

Romlan Robin menjelaskan, uang senilai ratusan juta tersebut berasal dari tiga kasus korupsi yang sudah inkrah yang ditangani oleh bidang pidana khusus (pidsus) Kejari Ende.

"Tahun 2022, kami telah menyelamatkan uang negara senilai Rp. 263 juta dan sudah diserahkan ke kas negara," ungkapnya.

Baca juga: Nelayan Asal Wuring Hilang Saat Melaut di Perairan Sikka, NTT

 

 

Selain itu, pihaknya saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap tiga kasus korupsi dan tengah melakukan penyelidikan lima kasus korupsi lainnya.

"Kalau kasus korupsi yang sudah inkrah pada tahun 2022 ini adalah kasus bea cukai Bea Cukai," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kejari Romlan menjelaskan pada tahun 2022, Kejari Ende juga telah menangani sekitar 101 kasus pada Bidang pidana umum (pidum).

Baca juga: Gubernur NTT, Bupati dan Walikota Kupang Digugat Mantan Direktur Utama Bank NTT Rp 64 Miliar

Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 71 kasus sudah dinyatakan inkrah oleh pengadilan dan sisanya masih dalam tahapan penuntutan oleh JPU.

Sementara itu, ada tiga kasus telah diselesaikan dengan mekanisme restorasi justice.

"Tiga kasus yang telah diselesaikan dengan mekanisme restorasi justice adalah kasus pencurian dan kasus penganiayaan," ungkapnya.

Sementara itu, pada bidang intelijen ada beberapa kegiatan yang dilakukan tahun 2022 diantaranya penangkapan DPO dua kasus, pengawasan aset satu kasus, dan penyuluhan hukum dengan peserta sebanyak 855 orang, dan juga kegiatan jaksa menyapa di RRI sebanyak dua kali. (tom)

Berita Ende lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved