Berita Manggarai Timur

Bangunan Darurat TRK SDI Wae Ciu di Manggarai Timur Ambruk, KBM di Rumah Warga

Agus mengatakan, dalam peristiwa ambruknya bangunan darurat itu, tidak ada korban jiwa, karena saat itu siswa-siswi dan guru sedang libur.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO - AGUS SUPRATMAN
AMBRUK - Bangunan TRK SDI Wae Ciu darurat yang ambruk, Januari 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Bangunan darurat ukuran 20 x 5 meter untuk Tambahan Ruangan Kelas (TRK) SDI Wae Ciu berlokasi di Larok, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara (Laut), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ambruk diterpa angin kencang hingga rata tanah, Senin 2 Januari 2023 kemarin.

Camat LAUT, Agus Supratman, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis 5 Januari 2023.

Agus mengatakan, dalam peristiwa ambruknya bangunan darurat itu, tidak ada korban jiwa, karena saat itu siswa-siswi dan guru sedang libur.

Baca juga: Kisah Pilu Nenek Usia 61 Tahun di Sikka, Rawat 3 Cucunya yang Ditinggalkan Orang Tua

 

Namun terdapat banyak terdapat kerusakan fasilitas sekolah berupa kursi 42, meja 35, rak buku 5 dan papan tulis tripleks 5 lembar.

Selain itu, seng, balok kayu, papan dinding dan pintu juga mengalami kerusakan berat.

Taksasi kerugian material bangunan darurat dimaksud setelah dihitung bersama tukang setempat mencapai Rp 52.750.000. Jumlah ini tidak termasuk swadaya warga dan pihak pihak yang merasa peduli dengan kondisi bangunan itu.

Agus juga menerangkan, bangunan darurat untuk TRK itu berusia 7 tahun. Bangunan itu untuk 5 rombongan belajar bagi 54 orang peserta didik saat ini.

Dikatakan Agus, pasca ambruknya bangunan itu, Pemerintah Kecamatan LAUT bersama Pemerintah Desa Satar Kampas, serta pihak SDI Wae Ciu selaku sekolah induk langsung berupaya beri solusi bagi 54 peserta didik agar tetap mengikuti KBM pada tempat alternatif sementara yang disediahkan.

Baca juga: Pendekatan Pelayanan Imigrasi Maumere Laksanakan Eazy Passpor

"Tempat KBM alternatif sementara adalah di rumah warga, sambil menanti bangunan didirikan kembali. Solusi ini diambil berkat kesepakatan bersama pihak Kecamatan, Forkopincam, Desa, pihak sekolah induk dan komite sekolah. Sedangkan target persiapan swadaya material warga hingga mendirikan bangunan hanya 10 hari,"terangkan Agus.

Selain itu, kata Agus, saat ini juga warga sedang bergotong-rorong membongkar puing-puing material bangunan yang ambruk dan akan segera membangunnya kembali secara swadaya.

Dikatakan Agus, terkait bencana ambruknya bangunan ini, pihaknya sudah melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten. (rob).

Berita Manggarai Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved