Kalender Liturgi Katolik Hari Ini
Kalender Liturgi Katolik Rabu 11 Januari 2023 Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik
Kalender Liturgi Katolik Rabu 11 Januari 2023.Kalender Liturgi Katolik hari ini lengkap Injil Katolik.Kalender Liturgi lengkap Renungan Katolik.
Pada Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 ini menceritakan kisah kesembuhan ibu mertua Petrus.
Yesus datang ke dunia ini bukan untuk memberikan kesembuhan jasmani, namun Dia datang untuk memberikan kesembuhan rohani, yaitu pembebasan manusia dari belenggu dosa.
Setelah semua yang dilakukan disana, Yesus segera mengajak pergi murid-murid Nya. “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
Dalam Injil dikisahkan bahwa Yesus mengunjungi keluarga murid-Nya dan menyembuhkan mertua Simon yang sakit dan juga mengusir roh-roh jahat serta banyak orang sakit lain yang Dia sembuhkan.
Yesus menunjukkan mukjizat kesembuhan jasmani, ini dilakukan-Nya sebagai suatu tindakan untuk menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan nubuat para nabi, dan juga untuk mendukung pengajaran yang akan diberikan, seperti yang terjadi pada penggandaan roti dan ikan untuk menjelaskan tentang Ekaristi.
Yesus datang untuk dunia, semua pelosok dimanapun kita berada. Menjadi permenungan bagi kita adalah, apakah kita menyadari kehadiran kasih dan karunia Yesus di dalam setiap langkah hidup kita?
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023, Mari Pergi, Kita Diutus
Ataukah kita kerap lupa dengan kehadiran Nya yang menyertai dan membimbing langkah hidup kita? semestinya kita semakin dewasa untuk semakin mengenal kasih Allah dalam diri Yesus Kristus dan berani menjadi saksi Nya dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejak Yesus tampil sebagai pengajar dan pengusir roh jahat di rumah ibadat di Kapernaum (Mrk. 1:21-28), Ia langsung menjadi bahan pembicaraan orang di segala penjuru di seluruh Galilea: “Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea” (Mrk. 1:28).
Peristiwa pengusiran roh jahat oleh Yesus dialami sebagai peristiwa yang “tidak biasa” sehingga berita tentang kejadian itu tersebar cepat sekali. Dalam sekejap mata, orang mulai berkumpul, berkerumun, menonton, berkomentar dan bercerita ke mana-mana.
Ingatan orang akan apa yang dilakukan Yesus di rumah ibadat di Kapernaum, kemudian diperkuat lagi dengan peristiwa Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mrk. 1:29-34).
Markus mengisahkan bahwa setelah pertemuan suci di rumah ibadat, Yesus bersama-sama dengan keempat murid-Nya pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ketika Yesus tiba, para murid memberitahu mengenai kondisi ibu mertua Simon, yang sedang terbaring karena sakit demam.
Suasana hati orang-orang yang datang berkunjung tentu kurang begitu gembira karena diwarnai suasana demam yang diderita oleh ibu mertua Simon. Yesus lalu menghampiri tempat pembaringan ibu mertua Simon itu, sambil memegang tangannya, Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Setelah sembuh, ibu mertua Simon melayani para tamu.
Kehadiran Yesus di rumah Simon tidak hanya membuat ibu mertua Simon sembuh dari sakit demam, tetapi mengubah suasana rumah yang sebelumnya “mendung” menjadi cerah ceria dan penuh sukacita.
Para penduduk Kapernaum, yang tahu tempat Yesus berada, datang membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan di depan pintu rumah Simon. Yesus mendekati para penderita sakit. Ia menyembuhkan mereka dan melenyapkan setan-setan.
Betapa gembiranya orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus. Hidup mereka yang sebelumnya suram karena dikuasai oleh penyakit dan kuasa kejahatan, kini menjadi cerah ceria.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.