Nama Bayi Katolik

Nama Bayi Katolik Lahir Tanggal 24 Januari Lengkap Kisah Tokoh dan Maknanya

Nama bayi Katolik tersebut diambil dari nama orang kudus yang diperingati tiap tanggal 24 Januari.

Editor: Nofri Fuka
Nama Bayi Katolik Lahir Tanggal 24 Januari Lengkap Kisah Tokoh dan Maknanya
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
FOTO ILUSTRASI BAYI - Berikut nama bayi Katolik yang cocok diberikan saat bayi tersebut lahir pada tanggal 24 Januari.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Berikut nama bayi Katolik yang cocok diberikan saat bayi tersebut lahir pada tanggal 24 Januari.

Nama bayi Katolik tersebut diambil dari nama orang kudus yang diperingati tiap tanggal 24 Januari.

Nama bayi Katolik yang direkomendasikan berdasarkan Santo dan Santa pelindung Gereja Katolik.

Simak selengkapnya, Nama Bayi Katolik Lahir Tanggal 24 Januari Lengkap Kisah Tokoh dan Maknanya.

Baca juga: Nama Bayi Katolik Lahir Tanggal 19 Januari, Lengkap Kisah Tokoh dan Maknanya

 

Santo Felisianus dan Primus, Martir

Riwayat hidup Felisianus dan Primus tidak banyak diketahui. Yang diketahui ialah bahwa keduanya bersaudara kandung. Sebagai orang Kristen, kedua bersaudara ini sangat rajin menjalankan kewajiban imannya. Karena hal ini mereka ditangkap dan dibuang ke tengah-tengah singa-singa lapar di Kolloseum di Roma. Bentuk siksaan terhadap orang-orang Kristen seperti ini sudah lazim dilakukan pada zaman itu. Tetapi Tuhan melindungi Felisianus dan Primus dari keganasan singa-singa lapar itu. Mereka tidak diterkam, tetapi sebaliknya singa-singa itu berbaring di dekat mereka.

Melihat kejadian aneh itu, para serdadu semakin gusar terhadap kedua bersaudara itu. Sebagai gantinya, Felisianus dan Primus dipenggal kepalanya. Peristiwa naas itu terjadi pada tahun 286.

Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

Fransiskus lahir di Savoya pada tanggal 21 Agustus 1567. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan bakat-bakat luar biasa. Hal ini kemudian terlihat dalam hasil studinya di sekolah. Pendidikan Filsafat dan Sastera di Universitas Paris diselesaikannya dengan gemilang. Setelah itu, ia melanjutkan studi di bidang Hukum di Universitas Padua hingga meraih gelar doktor.

Tuhan mempunyai rencana khusus atas diri Fransiskus. Fransiskus sendiri telah merasakan panggilan Allah ini. Setelah lama mempertimbangkan panggilan itu, ia lalu memutuskan untuk mengikuti suara Tuhan itu. Orang-tuanya tidak menyetujui keputusan hatinya. Tetapi mereka pun tidak berdaya untuk membatalkan rencana Allah atas diri anaknya itu. Fransiskus kemudian ditahbiskan menjadi imam.

Sebagai imam, ia dengan penuh semangat membaktikan dirinya bagi kepentingan Gereja dan perkembangan iman. Ia bekerja di Chablais, kota Calvinis. Di sana ia dengan gigih menegakkan ajaran iman yang benar. Tampaknya ia tidak berhasil. Karyanya menemui banyak rintangan, sedang hidupnya sendiri pun senantiasa terancam. Meskipun demikian, ia tidak gentar menghadapi ancaman-ancaman itu. Ia coba menggunakan cara-cara lain untuk menyebarkan ajaran iman yang benar. Ia menulis ajaran-ajaran iman itu pada pamflet-pamflet dan melekatkannya pada tiang-tiang dan dinding-dinding di seluruh kota. Cara ini membawa hasil yang gemilang. Dalam waktu singkat, sebanyak 25.000 orang dari 30.000 orang penduduk kota Chablais bertobat dan kembali kepada ajaran iman yang benar. Hasil ini dilaporkannya kepada Sri Paus di Roma.

Melihat keberhasilan karyanya, pada tahun 1597 Fransiskus ditahbiskan menjadi Uskup. Sebagai Uskup, Fransiskus menaruh perhatian besar pada perkembangan iman umatnya. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang bijaksana, ramah dan sangat menyayangi umatnya. Sifat-sifat inilah yang membuat ia mampu mempertobatkan banyak orang. Tentang sifat-sifatnya, Fransiskus berkata: "Jika ada sesuatu yang lebih mulia daripada kelemahlembutan dan kerendahan hati, tentunya Tuhan sudah mengajarkan hal itu kepada kita. Tetapi Tuhan justru mengajarkan kepada kita dua hal ini, yakni kelembutan dan kerendahan hati." Bersama dengan (Santa) Yohanna Fransiska de Chantal, ia mendirikan tarekat Suster-suster Visitasi.

Pada tahun 1662 Fransiskus meninggal dunia di Lyon, Prancis. Banyak sekali hal yang ditinggalkannya kepada Gereja, terutama tulis- an-tulisannya yang mendalam tentang iman Katolik. Salah satu warisan- nya ialah pentingnya memanfaatkan surat khabar untuk menyebarkan ajaran iman dan kebenaran. Fransiskus adalah Orang Kudus yang me rintis penggunaan surat khabar dalam pewartaan iman. Karena itu, pada tahun 1877 ia digelari sebagai 'Pujangga Gereja' dan pelindung para penulis dan Pers Katolik oleh Sri Paus Pius IX.

Sumber: Buku Orang Kudus Sepanjang Tahun
Penyusun: Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved