Berita Sikka
Pertama Kali Gelar Ujian Karya Tulis, Siswa SMAK Monte Carmelo Diuji Secara Ketat Libatkan Biarawan
Tiap hari para siswa SMAK Monte Carmelo yang sudah direkomendasikan untuk ujian, naik ke meja uji. Para siswa bergiliran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/potres-siswa-Monte-Carmelo.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hampir seminggu ini para siswa kelas XII di SMAK Monte Carmelo mengikuti ujian karya tulis dengan metode pengujian sangat ketat sebagai salah satu syarat kelulusan. Ujian karya tulis Ini merupakan salah satu metode persyaratan kelulusan siswa kelas XII yang baru pertama kali diterapkan di SMAK Monte Carmelo yang terletak di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Para siswa yang sebelumnya digembleng secara akademik oleh para pembimbing dalam menyelesaikan judul karya tulis yang dipilih, harus menempuh tahap terakhir yakni mempertahankan karya tulisnya dihadapan para penguji yang juga melibatkan para biarawan sebagai penguji.
Tiap hari para siswa SMAK Monte Carmelo yang sudah direkomendasikan untuk ujian, naik ke meja uji. Para siswa bergiliran mempertanggung jawabkan karya tulisnya dihadapan penguji denga metode pengujian berupa pertanyaan jebakan maupun berupa uji mental.
Dan, hari ini, Sabtu 28 Januari 2023 merupakan ujian yang terakhir bagi para siswa yang belum mendapat giliran mengikuti ujian karya tulis.
Baca juga: Bertemu Dugong Mawar di Pantai Mali Kabupaten Alor
Wakasek Kurikulum SMAK Monte Carmelo, Emanuel Bertonaldi, S.Pd saat diwawancarai TribunFlores.com tadi menerangkan, pihaknya bersyukur karena pemerintah pada satu atau dua tahun belakangan ini memberikan kelonggaran kepada pihak sekolah untuk menetapkan dan menentukan ujian akhir siswa-siswi kelas XII.
Maka dari itu, sudah hampir satu atau dua tahun belakangan ini banyak sekolah yang mulai meninggalkan bentuk ujian tertulis beralih ke ujian karya tulis.
"Mereka mulai beralih ke ujian-ujian karya tulis sebagai satu persyaratan kelulusan. Dan, persis bahwa ujian karya tulis ini juga merupakan kali perdana bagi SMA Monte Carmelo. Sekolah ini sudah berdiri selama 4 tahun, di tahun pertama kami menjalankan ujian akhir dalam bentuk tertulis yakni tahun lalu dan di tahun ini kita mulai berlakukan ujian karya tulis bagi siswa-siswi kelas XII," ungkapnya.
Ia menjelaskan, tema karya tulis yang diusung di SMAK Monte Carmelo adalah tema-tema yang berkaitan dengan keagamaan. "kebetulan sekolah ini adalah sekolah khusus agama yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, maka porsi mata pelajaran keagamaan itu lebih banyak ketimbang sekolah-sekolah pada umumnya," terangnya.
"Di sini kita punya 5 mata pelajaran keagamaan yaitu pelajaran Liturgi, pelajaran kitab suci, mata pelajaran pastoral katekese, kemudian ada pelajaran sejarah gereja dan doktrin moral kristiani. Ini menjadi landasan untuk kita jadikan tema bagi anak-anak dalam menentukan judul karya tulis. Adapula berkaitan dengan persiapan kami, Sebelumnya kami melakukan rapat untuk menetapkan juknis atau petunjuk teknis," tambahnya.
Lanjut Pak Eman, Setelah juknis ditetapkan, tahap selanjutnya, menentukan pedoman atau panduan dalam menulis karya tulis.
Setelah pedoman ditetapkan, pedoman itu diberikan kepada siswa-siswi kelas XII dan disosialisasikan. "Kita memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menentukan tema tulisan yang ingin digarap setelah mereka mendapatkan sosialisai," ujarnya.
Tema itu berlandaskan pada lima mata pelajaran keagamaan yang telah ditentukan. Setelah para siswa menemukan tema, para siswa dibagikan pada pembimbing masing-masing.
Ada dua orang pembimbing untuk satu orang peserta yakni pembimbing 1 dan pembimbing 2. masing-masing memiliki tugas yang berbeda, pembimbing 1 bertugas mengoreksi isi tulisan dan yang kedua soal pengetikan.
Dikarenakan tulisan yang digarap berkaitan dengan ilmu agama, maka dari itu pembimbing 1 ditetapkan dari kalangan biarawan dan biarawati. "Karena secara pemahaman mereka memiliki kompetensi pengetahuan khusus yang lebih mendalam daripada guru awam pada umumnya soal agama," tandasnya.