Paskah 2023
Pemahaman Tentang Masa Prapaskah: Sejarah, Cara Umat Katolik Menjalankannya
Masa Prapaskah merupakan masa persiapan bagi umat Katolik sebelum memasuki masa Paskah dengan berpuasa dan berpantang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Masa-Prapaskah-Katolik.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Umat Katolik telah memasuki masa Prapaskah dimana umat Katolik mempersiapkan diri untuk memasuki perayaan Paskah.
Masa Prapaskah merupakan masa persiapan bagi umat Katolik sebelum memasuki masa Paskah dengan berpuasa dan berpantang.
Masa Prapaskah telah dijalankan oleh Umat Katolik selama berabad-abad.
Hal ini menandaskan Masa Prapaskah memiliki sejarah dan maknanya tersendiri bagi umat Katolik. Simaklah sejarah masa Prapaskah serta maknanya bagi umat Katolik.
Baca juga: Pesan Paus Fransiskus untuk Masa Prapaskah 2023, Pertobatan Prapaskah dan Perjalanan Sinodal
Sejarah Masa Prapaskah
Berdasarkan kilasan Historis yang dirangkum TribunFlores.com, Masa Prapaskah secara etimologis berasal dari Bahasa Yunani dan Latin yakni masa Prapaskah lebih merujuk pada jangka waktu; Sarakosti (masa 40 hari).
Berdasarkan pemahaman secara etimologis, masa Prapaskah merupakan masa puasa dan pantang yang wajib dilakukan selama 40 hari. Alasan dilakukan selama 40 hari yakni mengikuti cara hidup Yesus Kristus yang berpuasa 40 hari di Padang Gurun.
Cara Melaksanakan Masa Prapaskah
Dalam masa prapaskah umat Katolik menjalaninya dengan cara berpuasa dan berpantang serta tak henti-hentinya berdoa.
Selain itu pula pantang dan puasa dalam bentuk lahiriah juga dapat dijalankan. Puasa dalam bentuk lahiriah yang dimaksud adalah umat Katolik diimbau untuk tidak mengkonsumsi makanan tertentu maupun juga puasa atas sikap-sikap yang melanggar hukum Tuhan.
Dalam hal makanan, Selama 40 hari, umat Katolik berpuasa tidak makan apapun selama sehari maupun juga dua hari tergantung masing-masing pribadi.
Sedangkan dalam hal pantang, umat Katolik diimbau tidak makan makanan seperti Daging, ikan, telur da makanan yang mengandung telur.
Selain itu dalam masa Prapaskah umat Katolik hendaknya berbagi barang dengan orang yang tak berkekurangan seperti makanan, pakaian dan juga ditegaskan agar umat Katolik bersikap hemat dalam menggunakan barang.
Momen berpantang dan berpuasa merupakan bagian dari latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama.