Berita Nagekeo
BPBD Nagekeo Ingatkan Warga Jauhi Lokasi Rawan Bencana
Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan himbauan tegas kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Nagekeo-Agustinus-Pone.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa
TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan himbauan tegas kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman buruk dari Badai Siklon Tropis Freddy masih terus berlangsung hingga saat ini.
Seperti diinformasikan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrim dan bencana lainnya selama tiga puluh hari terhitung sejak 6 Februari Januari hingga 8 Maret 2023.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika NTT yang diterima BPBD Nagekeo, hujan deras disertai angin dan petir diperkirakan masih terus berlangsung hingga akhir Februari 2023 esok.
Wilayah Kabupaten Nagekeo masuk dalam zona terdampak dari siklon tropis Freddy ini sehingga sangat berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor serta sambaran petir, angin kencang dan banjir air laut (rob) di wilayah pesisir.
Baca juga: Longsor Tutup Akses Jalan, 2 Dusun Di Detusoko Ende Terisolir
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Agustinus Pone, memberikan himbauan kepada masyarakat Nagekeo secara umum untuk menjauhi tempat - tempat dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti tebing dengan kemiringan ekstrim untuk menghindari bencana tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD, warga yang berada di wilayah dengan kemiringan ekstrim berada di Desa Kota Keo, Keo Keo 1, Kota Keo 2, Desa Selalejo, Selalejo Timur, Ladolima Utara, Ladolima, Wuliwalo, Kota Gana, Woewolo.
Sementara untuk di wilayah pesisir pantai, BPBD Nagekeo juga menghimbau kepada para nelayan dan warga untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas nelayan di lautan sebagai langkah antisipasi menghindari perubahan tinggi permukaan air laut yang berpotensi terjadinya gelombang besar.
Secara umum, BPBD juga menghimbau agar masyarakat Nagekeo untuk sementara waktu juga menghindari daerah - daerah aliran Kali dan sungai serta masyarakat yang berada di dataran landai untuk menghindari bencana banjir dan bencana rendaman banjir.
Baca juga: Kisah Korban Gelombang Tinggi di Sikka, Juhoria Bingung Mau Pindah ke Mana Lagi
Diinformasikan, selama Kabupaten Nagekeo dilanda siklon tropis Freddy, BPBD Nagekeo belum menerima laporan adanya korban jiwa.
"Puji Tuhan, sejauh ini kita belum menerima laporan ada korban jiwa. Kami selalu menghimbau untuk selalu waspada terhadap bencana" ujar Agustinus Pone kepada TRIBUNFLORES.COM, di ruang kerjanya, Senin, 27 Februari 2023.
Saat ini, BPBD Nagekeo tengah melakukan pembersihan ruas jalan Kota Keo - Maunori, membersihkan sisa - sisa material longsor di desa Lado Lima dan Selalejo, memasang jembatan darurat di Poma Keke serta penggalian saluran pembuangan air di Kelurahan Towak.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News