Berita Lembata
Pantai Wulen Luo Sepi Pengunjung, Pemda Lembata Hapus Tarif Rp 10 Ribu
Penetapan tarif Rp 10.000 masuk Pantai Wulen Luo dinilai memberatkan masyarakat mendorong pemerintah Kecamatan Nubatukan menggunakan tarif lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PANTAI-WULEN-LUO.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Pemerintah Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata menghapus kebijakan tarif masuk Pantai Wulen Luo sebesar Rp 10 ribu sejak hari Senin, 3 April 2023. Tarif ini diprotes masyarakat karena terlalu mahal.
Camat Nubatukan, Dion Ola Wutun mengatakan aturan tarif kembali normal seperti sediakala. Pengunjung yang membawa kendaraan hanya membayar biaya parkir Rp 2 ribu untuk roda dua dan Rp 5 ribu untuk roda empat.
Kepada TribunFlores.com, Dion menyebutkan, sejak retribusi dinaikkan, kunjungan ke salah satu tempat wisata favorit di Kota Lewoleba itu semakin sepi. Biasanya ramai pada akhir pekan, namun malah makin sepi.
Ia sudah melakukan evaluasi dan akhirnya memutuskan untuk menghapus kebijakan tarif Rp 10 ribu bagi pengunjung Pantai Wulen Luo.
Baca juga: Anggota DPD RI AWK Ingin Jadikan Lembata Pelopor Pangan di NTT
"Pemantauan selama tiga bulan ini ada kelesuan pengunjung," ujar Dion Ola.
Meski kebijakan itu sudah dihapus, dia memastikan pelayanan petugas kebersihan, petugas parkir dan lainnya tetap maksimal seperti biasa. Fasilitas toilet umum dan air bersih juga tetap tersedia bagi pengunjung.
Dion Ola menjelaskan beberapa wahana bermain bahkan akan ditambahkan untuk memanjakan pengunjung setia pantai Wulen Luo.
Sebelumnya, tarif Rp 10 ribu per pengunjung yang diberlakukan sekarang merupakan tarif masuk objek wisata dan bukan tarif parkir kendaraan saja. Artinya, setiap pengunjung yang masuk ke pantai Wulen Luo membayar biaya tersebut dan sudah bisa memanfaatkan semua fasilitas yang sudah disiapkan di dalamnya, seperti tempat parkir, shower, toilet, ban mandi gratis, dan lahan parkir dan fasilitas lainnya. *