Berita Sikka
Implementasi P5 Kurikulum Merdeka, Siswa Kelas 7 SMP VIFI Maumere Hasilkan Sofa dari Sampah Plastik
Ecobrick lalu disusun membentuk bundaran sesuai dengan bentuk sofa yang diinginkan. Ecobrick kemudian diperkuat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SMP-Virgo-Fideli-Hasilkan-Sofa-dari-Sampah-Plastik.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Siswa kelas VII SMP Katolik Virgo Fidelis Maumere (SMP ViFi) hasilkan produk berupa sofa dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Sofa yang dihasilkan ini berbahan sampah (ecobrick) yang diolah oleh peserta didik menjadi sofa yang sungguh kreatif.
Stefanus Mangu Raga, selaku guru pendamping P5, menerangkan bahwa proses pembuatan sofa ini memakan waktu kurang lebih 4 bulan. Dalam kurung waktu tersebut, siswa melewati beberapa proses atau tahapan.
Stefanus menjelaskan, tahap paling pertama dilakukan oleh peserta didik ialah tahap perencanaan.
Tahap ini meliputi penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, serta persiapan alat dan bahan. Dalam tahap yang pertama ini juga, siswa diberikan pemahaman terlebih dahulu tentang apa itu ecobrick dan bagaimana proses pengolahan ecobrick.
Baca juga: SMPK Virgo Fidelis Maumere Ikut Bazar, Sajikan Pangan Lokal di KPU Maumere
Setelah diberikan pembekalan materi, peserta didik melangkah ke tahap yang berikut yakni aksi. Pada tahap ini siswa mulai mengadakan kunjungan (study tour) ke tempat pengumpulan dan pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Sikka.
SMP ViFi pada Februari 2023 lalu pun melaksanakan study tour ke tempat pengumpulan dan pengolahan sampah di Nelle dan di Pasar Alok. Study tour ini bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung kepada siswa tentang pengolahan ecobrick.
Dalam tahap ini, siswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan wawancara kepada narasumber dan mengeksplorasi informasi tentang pengolahan ecobrick. Informasi yang didapatkan menjadi ilmu yang dapat diterapkan oleh siswa pada saat proses pengerjaan ecobrik nanti.
Stef melanjutkan, tahap yang ketiga ialah pemungutan sampah. Setelah kembali dari study tour, siswa kelas VII diarahkan oleh guru pendamping P5 untuk terjun ke lapangan, yakni ke jalan-jalan, area pertokoan kota Maumere, ke pasar Alok dan tempat umum lainnya untuk memungut sampah berupa botol-botol aqua dan plastik-palstik jajanan.
Baca juga: Hebat, Siswa SMPK Virgo Fidelis Maumere Terbitkan Buku Berjudul Pena Kita Kertas
Setelah siswa mengumpulkan sampah, tahap yang berikut ialah tahap pengerjaan.
Dalam tahap ini, siswa mulai mengisi sampah plastik ke dalam botol-botol aqua bekas sampai penuh dan terlihat padat. Hal ini bertujuan agar tumpuan ecobrick semakin kuat dan tidak mudah kempis.
Ecobrick lalu disusun membentuk bundaran sesuai dengan bentuk sofa yang diinginkan. Ecobrick kemudian diperkuat dengan lem isolasi bening agar semakin rapat.
Selanjutnya, Stefanus menjelaskan bahwa tahap yang terakhir ialah tahap penyempurnaan akhir. Dalam tahap ini, siswa mulai menutup ecobrick dengan lapisan spon pada bagian atas dan pinggir menggunakan perekat.
Setelah semuanya tampak rapih, ecobrick yang sudah dilapisi spon kemudian disempurnakan dengan perlak sofa yang sudah dijahit sesuai bentuk dan ukurannya. Sofa dari ecobrick lalu dilengkapi dengan kakinya. Kini, pengerjaan sofa dari ecobrick pun selesai.
Stefanus mengungkapkan bahwa antusias anak-anak dalam program P5 Kurikulum Merdeka ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya anak yang proaktif mengikuti P5 dari tahap pertama sampai akhir.
"Anak-anak kita ini mereka suka untuk bergerak melakukan sesuatu yang kreatif. Mereka justru merasa senang kalau dalam proses pembelajaran di sekolah, ada study tour-nya. Kalau melulu di dalam kelas, mungkin mereka akan cepat merasa jenuh. Karena itu dengan adanya program P5 ini, anak-anak diberikan kesempatan seluas-seluasnya untuk mengeksplorasi keterampilan dan kreatifitas mereka, berinovasi, berkolaborasi, bekerja sama untuk bisa menghasilkan produk dalam sebuah projek," ungkap Stefanus.