Jumat, 17 April 2026

Wakil Bupati Alor Imran Duru Meninggal

Bupati Alor Menangis saat Ceritakan Sosok Almarhum Wabup Imran Duru

"Ada beberapa hal tentang sosok bapak wakil, yang pertama dia tokoh panutan di daerah ini. Kedua dia memiliki komitmen

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Bupati Alor Menangis saat Ceritakan Sosok Almarhum Wabup Imran Duru
POS-KUPANG.COM/HO
FOTO BERSAMA - Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd., M.Pd saat berfoto bersama Forkopimda. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG.COM, ALOR - Drs. Amon Djobo, M.A.P menangis saat menceritakan tentang sosok Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd., M.Pd yang meninggal saat melaksanakan perjalanan dinas di Jakarta.

Kepada Pos-Kupang, Bupati Amon menuturkan bahwa dirinya dan almarhum Imran sudah bersama selama hampir 10 tahun masa kepemimpinan. Almarhum Imran sudah dianggap seperti keluarga, dan sahabat sejati oleh Bupati.

"Ada beberapa hal tentang sosok bapak wakil, yang pertama dia tokoh panutan di daerah ini. Kedua dia memiliki komitmen yang tinggi. Ketiga bisa membangun persahabatan yang rukun sehingga hampir 10 tahun kami bisa bersama," ujar Bupati Amon dengan suara bergetar, Minggu 7 Mei 2023 via telepon.

Lebih lanjut Bupati Amon mengatakan bahwa Almarhum Imran merupakan pribadi yang sangat baik dan rendah hati.

Baca juga: Jenazah Wabup Alor Diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto Ke Bandara Soekarno Hatta

 

"Bapak wakil terlalu baik dan rendah hati. Bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Meskipun saya Bupati, dia menasehati saya kalau saya tegur dan marah pegawai, dia selalu kasih ingat saya dan bilang ingat umur dan jangan terlalu emosi," jelasnya.

Kabar duka yang datang tiba-tiba membuat Bupati Amon menangis, kepergian Wabup Imran menyisakan duka tersendiri baginya.

"Saat orang tua kandung saya meninggal, saya tidak menangis. Tetapi mendengar beliau meninggal saya menangis. Beliau sahabat sejati saya, kami membangun persahabatan yang rukun selama masa kepemimpinan kami di Alor. Meskipun umur Wabup lebih tua, kami tetap rukun," ucap Bupati Amon terisak.

Sambil menahan tangis, Bupati kembali mengatakan bahwa ketika keduanya terpilih memimpin semua orang memprediksi mereka akan bentrok karena memiliki temperamen yang sama, tetapi anggapan itu berhasil mereka patahkan dan menjalani kepemimpinan dengan rukun.

"Hidup dan meninggal ini di tangan Tuhan. Tetapi beliau adalah teman yang setia. Ketika semua tiada, Pak Wakil selalu setia. Pak wakil selalu ada dalam hati saya. Beliau benar-benar sosok yang rendah hati dan tulis orang baik. Kami punya temperamen yang sama, orang menduga kami akan bentrok dan berpisah. Tetapi selama hampir sepuluh tahun kami bersama, kami hidup rukun sebagai saudara teman yang baik," terang Bupati Amon.

Bupati dan Wabup menyadari betul bahwa mereka harapan masyarakat, sehingga dalam masa kepemimpinan keduanya tidak pernah bertengkar ataupun berselisih pendapat.

"Karena kami adalah harapan masyarakat untuk melayani, kami tidak pernah baku marah atau berselisih pendapat. Kami tetap bersatu padu, sampai dengan akhir masa jabatan. Saya menangis saya sangat sedih. Meskipun dia lebih berumur, dia tahu posisi bahwa dia wakil. Beliau sosok yang terlalu baik, teman sejati bagi saya," pungkas Bupati Amon mengakhiri wawancara.

Untuk diketahui, Jenazah Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd., M.Pd diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, menuju Bandara Soekarno Hatta pada Minggu 7 Mei 2023 pukul 19.51 WIB.

Jenazah dikabarkan akan tiba pada hari Senin, 8 Mei 2023 di Kabupaten Alor.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved