Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juni 2023, Amal Kasih Selalu Mengalir
Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juni 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Amal Kasih Selalu Mengalir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Paroki-StTheresia-Mbata-di-Desa-Rana-Mbata-Kecamatan-Kota-Komba-Utara.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Renungan Harian Katolik Kamis 15 Juni 2023.
Tema renungan harian katolik yaitu Amal Kasih Selalu Mengalir.
Renungan harian katolik disiapkan pada hari biasa pekan X dengan warna liturgi hijau.
2Kor. 3:15-4:1,3-6; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Mat. 5:20-26.
Baca juga: Injil Katolik Kamis 15 Juni 2023 Lengkap Mazmur Tanggapan
Injil Katolik
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Renungan Katolik
Orang tidak bisa dikatakan baik hanya karena secara eksternal ia terlihat patuh pada hukum. Intensi atau niat yang melatarinya juga perlu diperhatikan guna menilai perilaku seseorang.
Orang bisa saja taat membayar pajak, tetapi jika ia melakukannya sekadar demi menghindari hukuman atau agar dipuji oleh orang lain, dan bukan karena sadar bahwa adalah baik memenuhi kewajibannya sebagai warga negara maka intensinya tidak sepenuhnya baik.
Baik-buruk tindakan seseorang tidak hanya dinilai dari kesesuaiannya dengan peraturan, ataupun dari akibat baik yang ditimbulkan, tetapi juga dari motivasi di baliknya.
Dengan mengatakan bahwa tidak hanya orangyang membunuh, tetapi juga orang yang marah pada saudaranya pun harus dihukum, Yesus sedang menggarisbawahi arti penting intensi atau niat.