Berita NTT
75 Anak Belu Antusias Ikut Khinatan Massal
Sebanyak 75 anak antusias mengikuti khinatan massal di Masjid Al-Mujahildin Atambua, Kabupaten Belu. Minggu, 9 Juli 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Khitanan-Massal-di-Belu-NTT.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sebanyak 75 anak antusias mengikuti khinatan massal di Masjid Al-Mujahildin Atambua, Kabupaten Belu. Minggu, 9 Juli 2023.
Kegiatan yang dihelat oleh Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Belu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu tersebut dibuka langsung oleh Bupati Belu, dr. Agus Taolin.
Bupati Agus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BKMT yang sudah bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk menyelenggarakan kegiatan khinatan massal.
"Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga ini menjadi berkah dan hikmah bagi kita semua," ujarnya.
Baca juga: 16 Anak di Alor Ikut Sunat Massal dan Adat
Ia juga memberikan semangat dan pemahaman kepada anak-anak terkait pentingnya khitanan.
Menurut Bupati yang juga dokter spesialis penyakit dalam tersebut bahwa khitanan ini juga menanamkan pendidikan kepada anak-anak akan pentingnya menjaga kebersihan akan Kesehatan.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Belu, drg Maria Ansilla Eka Mutty menyampaikan bahwa kegiatan khinatan massal antara BKMT dan dinas Kesehatan baru pertama kali dilakukan secara bersamaan.
Ia juga menyampaikan bahwa khinatan massal dengan metode biasa dan teknik laser ini dilakukan oleh tenaga medis dari beberapa Puskesmas dan dibantu oleh tenaga medis dari RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.
Sementara Ketua BKMT Kabupaten Belu, Nur Ainun Belajam menyampaikan bahwa terima kasih atas antusias dari orang tua untuk mengantarkan anak-anak mengikuti khitanan massal ini.
Hal ini dibuktikan dengan peserta yang sudah mendaftarkan sudah memenuhi target yaitu 75 orang.
Disampaikan pula bahwa kegiatan khinatan massal tersebut bukan saja untuk anak-anak muslim tetapi juga terbuka untuk saudara kita yang beragam lain.
"Intinya kita bisa membuat generasi di Kabupaten Belu yang lebih sholeh dan sehat," ungkapnya.