Kamis, 16 April 2026

Berita Lembata

Alami Kekeringan, Plan Indonesia Salurkan Air Bersih di Lembata

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai organisasi kemanusiaan mendistribusikan air bersih kepada warga

Tayang:
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Alami Kekeringan, Plan Indonesia Salurkan Air Bersih di Lembata
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai organisasi kemanusiaan, mendistribusikan air bersih kepada warga khususnya di permukiman relokasi di Kabupaten Lembata, NTT. 

LAPORAN REPORTER TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Fenomena El Nino yang puncaknya diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Agustus hingga September 2023 disebut akan memperparah kondisi kekeringan di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pada April 2023, pemerintah NTT telah menerbitkan keputusan Gubernur NTT No 172 / KEP / HK / 2023 tentang siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di NTT, berlaku selama 6 bulan sampai 27 Oktober 2023. 

Oleh karena itu, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai organisasi kemanusiaan, mendistribusikan air bersih kepada warga khususnya di permukiman relokasi di Kabupaten Lembata, NTT.

Plan Indonesia melalui Program Implementation Area (PIA) Lembata mendistribusikan air bersih ke tujuh titik lokasi di lima permukiman relokasi yakni di permukiman Walang, Kalabahi, Tana Merah, Waisesa dan Podu. 

 

Baca juga: Menkumham RI Ajak Pelaku Bisnis Sinergi dengan Pemerintah Perangi Perdagangan Orang

Permukiman ini dihuni warga yang direlokasi pasca bencana banjir bandang akibat Siklon Seroja pada April 2021 yang lalu.

Erlina Dangu, PIA Manager Lembata menyebut berdasarkan hasil kaji cepat kebutuhan yang dilakukan pada 14-15 Juni lalu, sebanyak 1.874 orang atau 570 KK terdampak kekeringan yang terjadi di 5 permukiman tersebut. Kekeringan ini turut berdampak pada kesehatan dan keselamatan warga khususnya anak-anak. 

“Kurangnya air bersih turut menyebabkan anak-anak utamanya anak perempuan menghabiskan waktunya di sumur untuk menimba air. Kondisi ini akan mengancam keamanan dan keselamatan anak perempuan saat disuruh mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, anak perempuan menjadi kurang memperhatikan kebersihan dirinya, termasuk kesehatan menstruasi karena kurangnya air bersih,” ungkap Erlina.

Ovin (12 tahun), salah satu anak dampingan Plan Indonesia turut merasakan dampakkekeringan di Kabupaten Lembata. Kurangnya air bersih menghambat Ovin untuk belajar dengan nyaman di sekolah terlebih saat sedang menstruasi.

 

Baca juga: Polisi Drop 8000 Liter Air Bersih untuk Warga Nanga Nae Labuan Bajo yang Susah Air

 

 

“Selama kekurangan air bersih, saya jadi jarang mandi sebelum ke sekolah. Belum lagi saya harus menghemat air sehingga sulit untuk menjaga kebersihan diri saat menstruasi. Sepulang sekolah juga waktu istirahat kurang karena harus mencari air,” ungkap Ovin.

Dengan melihat keadaan ini yang berdampak besar terutama pada anak perempuan, Plan Indonesia mendistribusikan air bersih sebanyak lima kali dalam seminggu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved