Selasa, 7 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023, Membantu yang Miskin dan Sakit

Mari simak Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Membantu yang Miskin dan Sakit.

Tayang:
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023, Membantu yang Miskin dan Sakit
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
GEREJA KATOLIK - Tampak depan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Wailiti, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Mari simak Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Membantu yang Miskin dan Sakit. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Renungan Harian Katolik Sabtu 9 September 2023.

Tema renungan harian katolik yaitu Membantu yang Miskin dan Sakit.

Hari ini peringatan Santu Petrus Klaver.

Kol. 1:21-23; Mzm. 54:3-4,6,8; Luk. 6:1-5.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 9 September 2023 Lengkap Mazmur Tanggapan

 

 

BcO Am. 5:18 - 6:14

Warna Liturgi Hijau

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"

Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Renungan Katolik

Paulus hari ini mengajak kita untuk tetap bertekun, tetap teguh dan tidak guncang dalam mempertahankan keadaan kita yang kudus, tak bercela dan tak bercacat di hadapan Tuhan (Kol 1:22-23).

Akan tetapi, Yesus dalam Injil mengajar kita untuk tidak menyamakan kekudusan itu dengan praktik ritual keagamaan. Yesus tidak melarang praktik ritual keagamaan, tetapi la mencela pelaksanaannya yang munafik, kasar dan intoleran.

Warung ditutup bahkan dirusak supaya tidak membatalkan puasa orang-orang yang sedang berpuasa, padahal ada orang lapar dan perlu makan karena masih harus bekerja keras.

Kita memaki orang karena salah mengucapkan rumusan doa, karena lupa berlutut, atau karena berpakaian tidak pantas. Kemarahan dan kebencian yang muncul karena praktik ritual membuat ritual itu tidak bermanfaat.

Kekudusan mengandaikan perbuatan baik dan pertobatan. Ikut berbagai macam kegiatan rohani tidak akan menghilangkan kebencian kita terhadap sesama, kecuali jika kita berani memaafkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved