Kamis, 23 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 15 September 2023, Belajar Seperti Yesus dan Maria

Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 15 September 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Belajar Seperti Yesus dan Maria.

Tayang:
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 15 September 2023, Belajar Seperti Yesus dan Maria
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
GEREJA DAN BACAAN INJIL KATOLIK - Tampak depan Gereja Paroki Roh Kudus Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 15 September 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Belajar Seperti Yesus dan Maria. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 15 September 2023.

Tema renungan harian katolik yaitu Belajar Seperti Yesus dan Maria.

Bacaan I: Ibr. 5: 7-9; Mazmur 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Bacaan Injil: Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35 Peringatan Wajib Santa Perwan Maria Berdukacita Pekan Biasa XXIII.

Baca juga: Bacaan-bacaan Liturgi Jumat 15 September 2023 Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita

 

Bacaan Injil Jumat 15 September 2023 – Yohanes 19:25-27

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!”

Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

Dengan apakah kita bisa menggambarkan kasih sayang seorang ibu ? Kasih sayang anak sepanjang galah, kasih sayang ibu sepanjang masa. Pepatah ini pasti pernah kita dengar.

Pepatah yang menggambarkan betapa besarnya kasih sayang ibu yang tanpa batas. Ketika kita mengalami sebuah masalah dan cobaan hidup, orang yang menjadi tempat kita mengeluh adalah ibu.

Ibu yang dengan sabar mendengarkan semua keluhan kita dan berusaha menemani kita dan tetap berada di samping kita di saat kita bahagia, sedih maupun susah. Apapun yang terjadi, ibu pasti akan selalu mencintai anaknya, walaupun anaknya mungkin akan memberikan perlakukan yang berbeda.

Ibu akan selalu berusaha membahagiakan anaknya, walaupun itu artinya ia harus mengorbankan semua yang ia miliki. Ibu bisa tersenyum dihadapan anaknya walau hatinya penuh duka. Ibu selalu memberi kekuatan, saat anak yang dicintainya menderita walaupun hatinya sendiri hancur.

Hari ini Gereja memperingati Peringatan Wajib Santa Perawan Maria yang berdukacita. Mengapa wajib diperingati. Injil hari ini memberitakan bagaimana ramalan nabi Simeon terhadap bunda Maria.

Simeon mengatakan bahwa “..suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang…” (Luk 2:35). Bisa dibayangkan, bagaimana hati seorang ibu yang hendak bersukacita akan kelahiran anaknya sendiri harus mendengar “berita miris” bahwa anak yang akan dikandung justru menimbulkan perbantahan dan menembus jiwanya sendiri. Rasa takut, cemas, dan mengerikan akan begitu meliputi. Itulah yang mungkin dirasakan oleh Bunda Maria.

Yesus harus mengalami penderitaan ditolak oleh orang – orang di sekitarNya, dan memuncak saat penderitaan-Nya di salib, demi tebusan banyak orang. Bagaimana hati Bunda Maria menyaksikan semua itu ? Secara manusiawi, hati Maria pastilah sangat hancur melihat buah hatinya dihina, disiksa dan disalibkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved