Pentahbisan Diakon di Ruteng
Bupati Hery Bacakan Surat Cinta Umat kepada Gembala Saat Pentahbisan 8 Diakon Jadi Imam
Bupati Herybertus Nabit seusai perayaan Ekaristi Kudus, membacakan sebuah surat pendek “Jangan Tinggalkan Kami (Surat Cinta Umat Kepada Gembala)
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Saat-Pentahbisan-Diakon-di-Ruteng1.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, menghadiri tahbisan 8 orang diakon yang ditahbiskan menjadi Imam oleh Uskup Ruteng Mgr.Siprianus Hormat,pr bertempat di Gereja Katedral Ruteng, Senin 18 Oktober 2023.
Kelima orang Diakon yang ditahbiskan tersebut diantaranya Diakon Elias N .D Ambut asal Rentung, Diakon Daniel Dagur asal Kusu, Diakon Agustinus Sunday Cakputra asal Ruteng, Diakon Agustinus Asman asal Sesa, Diakon Hyronimus Ario Dominggus asal Poco, Diakon Daniel Abdineri Ngabut asal Ruteng, Diakon Hedwig Sunardy Nambung asal Ruteng dan Diakon Oktavianus Pelagian Ranta asal Pagal.
Bupati Herybertus Nabit seusai perayaan Ekaristi Kudus membacakan sebuah surat pendek “Jangan Tinggalkan Kami (Surat Cinta Umat Kepada Gembala)
Surat pendek ini, ditulis oleh Dina Finiel Habeahan dalam blog Kompasiana, sebuah blok milik harian Kompas.
Baca juga: Injil Katolik Selasa 17 Oktober 2023 Lengkap Mazmur Tanggapan
Berikut petikan Surat pendek tersebut :
Di kala tuntutan kami lebih mendominasi daripada tuntutanmu, jangan tinggalkan kami.
Kami rindu mendengar suaramu, yang menggemakan panggilan sang Gembala Agung, yang anda hadirkan secara nyata kepada kami.
Akhir-akhir ini, suaramu yang meneguhkan,sudah dibisukan dan dihanyutkan oleh hiruk pikuknya dunia yang membingungkan ini. Padang rumput hati kami yang begitu segar dan subur oleh lantunan suaramu, sekarang dihimpit oleh panasnya bara materialisme, hedonisme, kebencian dan keraguan.
Hanya suaramu yang menyatu dengan suara Gembala Agung, bisa menghantar kami sekali lagi ke padang rumput yang hijau . Jangan tinggalkan kami. Ratu kegelapan mengelabui pikiran menakutkan kawanan domba, memaksa kami menyatu, namun tidak pasti ke mana arah yang kami jalani.
Dalam aram temaram masa kini menghadapi pelbagai cobaan hidup, tuntun dan dampingilah kami. Jangan tinggalkan kami.