Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Oktober 2023, Peduli Terhadap Sesama Tanpa Melihat Suku dan Agama
Mari simak Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Oktober 2023.Tema renungan harian katolik yaitu Peduli Terhadap Sesama Tanpa Melihat Suku dan Agama.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Oktober 2023.
Tema renungan harian katolik yaitu Peduli Terhadap Sesama Tanpa Melihat Suku dan Agama.
Renungan harian katolik disiapkan untuk Pesta St. Simon dan Yudas.
Simak bacaan-bacaan berikut: Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 6:12-19 dan BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 28 Oktober 2023 Lengkap Mazmur Tanggapan
Warna Liturgi Merah
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Renungan Katolik
Kita hidup dalam masyarakat modern yang berciri rasional, dengan produk teknologi modern, media sosial dan perangkat-perangkat canggih lainnya yang semuanya mempermudah kehidupan manusia.
Masyarakat modern dengan aneka kelebihan akal budinya, sekaligus membawa kecenderungan egosentrisme yang kuat. Gemuruh cepatnya perubahan dan memukaunya teknologi baru membuat mata kita silau pada isu-su liar sesaat.
Akibatnya, kita sering kurang peduli kepada Tuhan yang sedang memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Kesibukan dengan diri sendiri, tenggelam mengejar pencapaian, target, solusi atas masalah, sering kali membuat orang sulit mendengarkan suara panggilan atau pesan-pesan Tuhan yang sedang disampaikan.
Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Simon dan Santo Yudas. Pesta kedua rasul ini mengundang kita untuk peduli dan berpikir tentang ketergerakan kita ambil bagian dalam karya perutusan Tuhan.
la membutuhkan kita untuk menjadi saksi-Nya mewartakan kabar sukacita ke seluruh dunia. Bagaimana caranya? Syukur jika ada yang masih tertarik untuk menjadi imam biarawan, dan biarawati.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.