Misa Hari Minggu

Teks Misa Hari Minggu 29 Oktober 2023 Pekan Biasa XXX Tahun A

Mari simak Teks Misa hari Minggu 29 Oktober 2023.Teks misa hari minggu disiapkan untuk Pekan Biasa XXX Tahun A.

Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / YASNI
GEREJA KATOLIK - Gereja Katolik di Indonesia.Mari simak Teks Misa hari Minggu 29 Oktober 2023.Teks misa hari minggu disiapkan untuk Pekan Biasa XXX Tahun A. 

09. BACAAN KEDUA (1Tes. 1:5c-10)

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika Saudara-saudari, kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan
berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA (Yoh. 14:23)

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Orang yang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku, Bapa-Ku akan mengasihi dia, * kami akan datang kepadanya dan diam bersama dengan dia.
U : Alleluia

11. INJIL [Mat. 22:34-40]

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN SINGKAT

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutip bagian doa terkenal dari orang Yahudi dalam Perjanjian Lama, yang terdapat dalam kitab Ulangan (Ul. 6:5). Doa ini selalu diserukan dalam berbagai kesempatan sebagai ungkapan iman mereka kepada Tuhan. Namun demikian, Yesus tidak mengutipnya secara utuh untuk memberikan penekanan khusus. Dalam kitab Ulangan tertulis, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Yesus menggantikan “segenap kekuatan” dengan “segenap akal budi”, menjadi “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”. Perubahan ini bukanlah tanpa maksud. Yesus pasti menginginkan agar bagian itu dipahami dengan baik agar nanti dipraktekkan dengan baik pula. Dengan memberikan penekanan pada akal budi,Yesus mengajak para pendengar-Nya untuk mendayagunakan akal budi. Kita tahu, dalam dunia Perjanjian Lama, Tuhan dikenal sebagai Dia yang berkuasa dan kadangkala dipahami sebagai seorang yang selalu memenangkan pertempuran. Karena itulah maka orang perlu mencintai Allah dengan segala kekuatannya. Namun, Yesus mengajak para pendengar-Nya dan kita semua untuk mencintai Tuhan dengan akal budi kita. Orang Farisi yang bertanya kepada Yesus itu memiliki tujuan untuk mencobai Yesus. Yesus memberikan jawaban dengan meminta mereka untuk mencintai Tuhan dengan akal budi mereka. Hal ini juga mengajak kita untuk mendayagunakan akal budi kita untuk mencintai Tuhan dan sesama. Seringkali terjadi, kita memakai akal budi kita untuk membenarkan perbuatan kita yang salah, atau mencobai sesama kita, atau memasukkan kita sendiri ke dalam pencobaan. Kita mungkin tidak menyakiti  sesama secara fisik atau dengan kekuatan fisik kita, tetapi kita menyakiti mereka dengan kata-kata yang membenarkan yang salah, atau memutarbalikkan fakta. Kita tidak mencintai dan memuliakan Tuhan
ketika pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang tidak baik. Semoga teguran Yesus hari ini mengingatkan kita untuk mengarahkan akal budi kita untuk mencintai yang benar dan tidak memakainya untuk memanipulasi banyak hal. Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budimu. Kita diajak untuk memakai akal budi kita mencari, menghidupi yang benar, dan mengajarkan kebenaran mulai dari dalam keluarga kita. Semoga!

13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT

P : Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan amatmengasihi kita. Bahkan Ia mengutus Putra-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita. Kepada Tuhan yang maha pengasih ini, marilah kita sampaikan doa-doa permohonan kita.
P : Semoga Roh Kudus menggerakkan hati para pemimpin dan bangsa-bangsa di dunia, terutama di wilayah-wilayah konflik, untuk menemukan caracara damai dalam menyelesaikan pertikaian dan persoalan. Marilah kita mohon…
P : Semoga Roh Kudus juga mencairkan hati mereka yang dipenuhi kebencian karena perbedaan, agar mereka mulai menemukan keindahan dari hidup saling mengasihi. Marilah kita mohon…

P : Semoga setiap orang atau organisasi yang melaksanakan karya-karya kerasulan di tengah saudara-saudari yang miskin dan menderita selalu mendasarkan motivasi diri pada cinta kasih ilahi. Marilah kita mohon…
P : Semoga hati kita sekalian dipenuhi Roh Kudus sehingga kita mampu memaafkan sesama kita dan mengasihi mereka sebagaimana Tuhan sendiri mengasihi kita. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. [hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Tuhan, kami berterima kasih atas cinta-Mu yang tak berhingga kepada kami semua. Terimalah kami dan kabulkan doa-doa kami demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin

16. DOA PUJIAN

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu setia mendampingi umat-Nya. Dari sejarah keselamatan menjadi jelas betapa mengagumkan usaha Allah untuk menyelamatkan kita. Maka marilah kita berseru: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Bapa yang maharahim, Engkau menghendaki agar semua orang mengenal kebenaran dan menjadi selamat. Untuk itu berulang kali Engkau berbicara kepada nenek moyang kami dengan perantaraan para nabi. Maka kami berseru:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Ya Bapa, kebaikan-Mu tampak paling nyata dalam peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan PutraMu. Peristiwa Paskah inilah yang Engkau jadikan sumber keselamatan kami. Maka kami berseru:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Engkau juga tetap setia mendampingi hidup kami setiap hari. Engkau hadir bila kami berkumpul dalam nama-Mu. Engkau juga hadir bila kami memuji Engkau dan berdoa bersama. Maka kami
berseru:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Engkau selalu menawarkan pengampunan kepada orang yang bertobat. Dan bagi mereka yang telah selesai tugasnya di dunia, Engkau menyediakan tempat dalam rumah-Mu yang abadi. Maka kami berseru:
U : Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
P : Maka, ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved