Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Sumba Timur

Produk Budaya Sumba Timur akan Dipajang di Qatar Museums

Qatar Museums bekerjasama dengan Prodigy Evens menyelenggarakan Program residensi kolaboratif Cultukar Qatar Indonesia 2023 Years of Culture di Sumtim

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Produk Budaya Sumba Timur akan Dipajang di Qatar Museums
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
KEGIATAN CULTUR - Qatar Museums bekerjasama dengan Prodigy Evens menyelenggarakan Program residensi kolaboratif Cultukar Qatar Indonesia 2023 Years of Culture di Kabupaten Sumba Timur. 

Karena itu, kedua produk ini tidak anak pernah diklaim sebagai bagian dari budaya Qatar, karena pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan HAKI terkait hal ini sejak awal

Menurutnya program ini dilaksanakan oleh Qatar Museums sehingga Mamuli dan Lulu Amah nantinya akan menjadi salah satu koleksi Qatar Museums sebagai produk budaya Sumba.

"Kami menggunakan media untuk publikasi dalam maksud agar semuanya terbuka dan pastinya Mamuli dan Lulu Amah ada di Qatar Museums sebagai barang budaya Sumba," jelasnya.

Genie menambahkan dalam kolaborasi antara desainer Qatar, desainer Indonesia dan pengrajin Sumba Timur ini tidak hanya akan menghasilkan Mamuli dan Lulu Amah sebagai produk Budaya Sumba.

Namun akan ada beragam produk baru hasil kolaborasi dalam program Qatar Indonesia 2023 Years of Culture ini.

Baca juga: Cerita Siswi SMPK Frater Maumere Juara 1 Kompetisi Penulisan Tempat Wisata NTT

Karena itu produk-produk baru inilah yang nantinya akan diterbitkan hak cipta bersamanya saat dipajang di Qatar Museums.

"Akan ada produk baru yang lahir dari kolaborasi ini sehingga hak kepemilikannya adalah tiga pihak (desainer Qatar, desainer Indonesia dan juga pengrajin Sumba Timur)," jelasnya.

Sekda Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu dalam sambutannya menegaskan Mamuli dan Lulu Amah merupakan bagian integral dari masyarakat adat Sumba Timur.

Karena itu, dalam setiap acara adat perkawinan maupun acara kematian, khususnya dalam acara undangan hingga pemakaman, mamuli dan lulu amah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Menurutnya kolaborasi lintas negara yang terjadi dalam program Cultukar Qatar Indonesia 2023 Years of Culture yang melibatkan designer Qatar, designer Indonesia, dan pengrajin lokal Sumba Timur adalah sesuatu yang luar biasa.

Dengan demikian, kegiatan kolaborasi ini menjadi sesuatu yang sangat baik untuk mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah daerah.

Sebab dengan demikian, Mamuli dan Lulu Amah yang selama ini hanya menjadi bagian dari budaya Sumba Timur, bisa makin dikenal di dunia luar, hingga ke Qatar.

Pihaknya juga meminta agar kerjasama dan kolaborasi ini harus tetap menghargai kearifan budaya lokal Sumba Timur dalam Mamuli dan Lulu Amah sehingga tidak diklaim sebagai budaya Qatar di kemudian hari.

"Kalau sampai diklaim sebagai budaya Qatar, berarti itu sudah tidak benar lagi. Karena Mamuli dan Lulu Amah itu adalah bagian dari Budaya Sumba Timur dan dalam proses untuk mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Kemendikbud," pungkasnya. (zee).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved