Komuni Pertama atau Sambut Baru
Syarat Menerima Komuni Pertama atau Sambut Baru dalam Gereja Katolik
Komuni Pertama tak dapat diberikan begitu saja melainkan ada syarat-syarat yang harus diikuti oleh seorang anggota Gereja jika
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Regina-Putri-Mana-Tappi-didampingi-kedua-orangtuanya-Sambut-baru.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Komuni Pertama atau sambut baru merupakan satu tahapan penting yang harus diterima oleh seorang Anggota Gereja Katolik.
Komuni Pertama tak dapat diberikan begitu saja melainkan ada syarat-syarat yang harus diikuti oleh seorang anggota Gereja jika ingin menerima komuni pertama.
Komuni Pertama atau Komuni Suci Pertama adalah sebuah upacara yang diselenggarakan dalam tradisi Gereja Latin di Gereja Katolik. Lutheran juga secara tradisional mengadakan Komuni Pertama.
Komuni Pertama tidak diselenggarakan dalam Gereja Ortodoks Timur, Gereja Ortodoks Oriental, atau Gereja Asiria Timur, karena mereka mempraktikan komuni bayi.
Baca juga: Asal Usul Kata Rosario dan Pentingnya Berdoa Rosario Bagi Umat Katolik
Berikut ini syarat-syarat harus dipenuhi seorang anggota Gereja Katolik jika ingin menerima Komuni Pertama;
1. Ada dalam Satuan Gereja Katolik
Ini menjadi syarat utama dimana, seseorang harus menjadi anggota Gereja terlebih dahulu setelah menerima sakramen pembaptisan.
Adapun baptisan yang diterimakan umumnya sejak seseorang itu lahir beberapa bulan kemudian dia akan dibaptis namun jika ia berusia tua dan ingin berpindah keyakinan ke Katolik maka ia sebelumnya akan mengikuti Pembinaan barulah dibaptis.
2. Usia
Usia menjadi satu hal yang sangat penting. Sebab, usia menandakan kesadaran seseorang anggota Gereja akan statusnya sebagai umat Kristiani.
Dalam KHK 913 § 1, dijelaskan syarat agar seorang anak bisa menerima ekaristi adalah mereka yang memilik pemahaman cuku[ dan sudah dipersiapkan dengan seksama. Sehingga mereka bisa memahami peristiwa Kristus dan menikmati ekaristi.
Dalam KHK 913 § 2, dijelaskan seseorang juga bisa melaksanakan ekaritsi jika mereka berada dalam bahaya maut dan bisa membedakan tubuh Kristus dengan makanan biasa, serta bisa menghormati ekaristi.
Paulus menjelaskan bahwa seseorang yang akan menerima ekaristi harus memiliki kesadaran tentang apa yang akan disambutnya, yakni Kristus. Namun supaya tidak ada kerancuan apakah layak atau tidak, maka gereja memberlakukan syarat minimal usia agar mereka bisa menerima komuni.
Dalam konteks sekarang umumnya seseorang akan menerima komuni pertama ketika ia menginjak bangku kelas 4-5 SD.