Berita Sikka
Kisah Antonius Do, Puluhan Tahun Setia Jadi Loper Koran di Sikka
Antonius bisa dibilang adalah sosok yang besar di jalanan. Saat mulai berjualan, dia baru berusia delapan tahun.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Antonius-Do-Penjual-Koran.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Antonius Do (28) bisa dibilang menghabiskan waktu puluhan tahun bersama media, terutama media cetak. Tak ketinggalan, Pos Kupang pun menjadi sumber informasi yang akurat, dan dia terus menjadi promotor informasi sampai dunia modern saat ini.
Profesi sebagai loper, diakui Antonius, dilakukan karena saat itu dirinya harus banyak membantu orang tua.
Antonius, Pria asal Kabupaten Ende terpaksa merantau ke Kabupaten Sikka untuk berjualan koran. Jasanya kepada khalayak umum tidak bisa dihitung jari. Dia penyambung informasi akurat kepada warga Kabupaten Sikka dengan mangkal di depan swalayan Rejeki Expres di Kota Maumere.
Antonius bisa dibilang adalah sosok yang besar di jalanan. Saat mulai berjualan, dia baru berusia delapan tahun.
Baca juga: Kisah Nissa Wondo Duta Inspirasi NTT Suka Tantangan, Belajar Banyak Hal Baru hingga Dapat Beasiswa
Dirinya terdorong oleh sulitnya perekonomian dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dia pun terus belajar dan lihai menawarkan pentingnya informasi kepada warga Kabupaten Sikka.
Setiap hari dia mangkal dari pukul 07.00 pagi dan pulang setelah semua koran habis terjual. Paling sering dia pulang pukul 09.00 malam dan terkadang lewat dari jam itu.
"Saya mengambil koran ke agen. Setelah habis terjual, nanti saya dapat penghasilan dari hasil penjualan, sehari biasanya untung 30 ribu rupiah," kata pria asal kampung Wawosumbi, desa Wolomasi, Kecamatan Datusoko, Kabupaten Ende, Sabtu 11 November 2023.
Menurutnya, menjadi loper koran di jalanan termasuk mengajak masyarakat untuk menghargai sebuah tulisan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sejauh ini, Antonius merasa terbantu dengan banyak hal. Dengan profesi lopernya, masyarakat bisa sadar pentingnya informasi yang kredibel dan diperoleh melalui cara-cara profesional.
Dikatakannya, uang hasil penjualan koran digunakan untuk membayar kontrakan dan sisanya dikirim ke kampung untuk kebutuhan keluarganya.
"Uangnya untuk makan dan kirim kasi keluarga di kampung, Satu bulan kirim ke kampung 250 ribu," kata pria dua anak tersebut
Antonius merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia dan disusul dengan kedua saudaranya, Antonius menjadi tulang punggung keluarga.
Selain itu, Ia juga harus membiayai sekolah kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Ia mengaku, saat ini istrinya juga jatuh sakit dan tidak bekerja lagi untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News