Jalan Rusak di Sikka
Warga Detubinga Sikka Inisiatif Perbaiki Jalan Secara Swadaya
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 hampir tidak ada alokasi dana desa untuk perbaikan
Penulis: Petrus Chrisantus Gonzales | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Warga-Desa-Detubinga-Kecamatan-Tanawawo-Kabupaten-Sikka.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Detubinga, Sikka, bergotong royong memperbaiki jalan rusak di Dusun Serowulu karena akses tersebut penting bagi aktivitas dan ekonomi masyarakat.
- Jalan mengalami kerusakan parah, sementara pada 2026 tidak ada alokasi dana desa untuk perbaikan sehingga warga melakukan penanganan mandiri.
- Selain jalan, masyarakat juga mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur lain termasuk jalan kabupaten dan kebutuhan air bersih saat musim kemarau.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Masyarakat Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, melakukan perbaikan jalan desa yang rusak secara swadaya. Perbaikan difokuskan di Dusun Serowulu, tepatnya pada RT 006 dan RT 007 RW 006.
Dalam rekaman video warga, terlihat sejumlah pria bergotong royong menyiapkan campuran semen menggunakan sekop dan cangkul, sementara warga lainnya menambal ruas jalan rabat yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi jalan tersebut tampak tidak rata, berada di medan miring serta dikelilingi semak dan rumput liar di sisi kiri dan kanan.
Tokoh pemuda Detubinga, Yohanes Bolo, mengatakan perbaikan jalan tersebut sangat penting karena menjadi akses utama dan penunjang perekonomian masyarakat.
Baca juga: Momen Hardiknas di SMAK St Yosef Tana Ai Sikka Berlangsung Meriah
Ia menyebut warga tergerak melakukan swadaya karena kondisi jalan yang mulai rusak kembali sejak dibangun beberapa tahun lalu.
“Jalan ini memang dibangun dari dana beberapa tahun lalu, namun sekarang sudah mulai rusak dan warga antusias melakukan perbaikan secara swadaya,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 hampir tidak ada alokasi dana desa untuk perbaikan jalan, sementara kerusakan terjadi di hampir seluruh ruas jalan desa.
Menurutnya, hingga kini belum ada respons untuk perbaikan lebih lanjut dari pemerintah.
Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti kebutuhan infrastruktur lain, termasuk air bersih yang dinilai masih sulit diperoleh saat musim kemarau.
Yohanes juga menyebut sejumlah ruas jalan kabupaten di sekitar wilayah tersebut mengalami kerusakan, seperti jalur Bistio–Nuaria dan Bistio–Wolofeo–Nuaria.
Hingga berita ini diturunkan, Penjabat Desa Detubinga, Rudi, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan TribunFlores.com. (moa)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Momen Hardiknas di SMAK St Yosef Tana Ai Sikka Berlangsung Meriah |
|
|---|
| Kantor Pertanahan Sikka Serahkan Sertipikat Aset BMN Kementerian Agama |
|
|---|
| Operasi SAR Pencarian Nelayan Paga Sikka Sudah Selesai |
|
|---|
| SMAS Katolik St John Paul II Maumere Sabet Berbagai Prestasi Porseni SMA se Kabupaten Sikka 2026 |
|
|---|
| Pencarian Nelayan Paga, Sikka: Keluarga Sempat Kehabisan BBM |
|
|---|