Sabtu, 16 Mei 2026

Prakiraan Cuaca di NTT

Siklonik Laut Timor Memicu Hujan,Petir dan Angin Kencang di NTT 

Warga masyarakat di wilayah NTT dimintai mewaspadai kondisi cuaca dalam tiga hari ke depan dampak sirkulasi siklonik Laut Timor memicu hujan dan petir

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Siklonik Laut Timor Memicu Hujan,Petir dan Angin Kencang di NTT 
HO
Sirkulasi siklonik Laut Timor  yang memicu hujan di sebagian wilayah NTT.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Sirkulasi siklonik Laut Timor ikut memicu turun hujan, hujan dan angin kencang yang melanda sebagian wilayah Provinsi NTT. 

Stasiun Meteorologi Kupang dalam prakiraan cuaca tiga hari ke depan menyebut sebagian wilayah NTT berada pada musim hujan dengan kondisi suhu muka laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer. Selain itu terdapat sirkulasi siklonik di Laut Timor yang menyebabkan sebagian besar wilayah NTT. 

"Hal itu berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi 
singkat," kata Prakirawan, Natalia Ernesta Bajo, Selasa 12 Desember 2023. 

BMKG mengimbau masyarakat waspada akan potensi dampak hujan dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir hingga tanah longsor.

Baca juga: Rundenim Kupang Tunda Deportasi 5 WNA, Polda NTT Butuh Keterangan Saksi Kasus Perdagangan Orang

 

 

"Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang," ujarnya. 

Menurut BMKG, wilayah NTT akan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terjadi 12-13 Desember 2023. 

Stasiun Maritim Tenau Kupang menyebutkan tinggi gelombang 1 -2 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian Selatan, Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu,  Samudera Hindia Selatan Sumba - Sabu. 

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," sebut Prakirawan, Yudhi Nugraha Septiadi.

Baca juga: Belu Peringkat Kedua Jumlah Kasus Kematian Akibat HIV dan AIDS di NTT

Ia menyebut, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter. Kemudian,kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter. 

Lalu kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter, selanjutnya kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujar dia. 

Yudhi Nugraha menerangkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot.

Baca juga: Berbagai Kisah tentang NTT Hadir di Flobamora Film Festival 2023, Tapi Minim Dukungan 

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4- 20 knot. 

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Jayapura - Sarmi, Perairan Kep. Selayar, Laut Bagian utara dan Laut Banda," katanya. *

sumber; pos-kupang.com

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved