Natal 2023
Cerita Fr. Irfan SVD Rayakan Natal di Chad-Laramanay, Afrika: 'Beda Budaya Beda Cara Sambut Tuhan'
Salah satu momen unik yang menurutnya sangat berkesan adalah cara merayakan merayakan natal di Tanah Afrika yang
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Frater Irfan Bau SVD saat ini menjalani masa tahun orientasi pastoral di Chad-Laramanay, Afrika. Sudah hampir setahun lebih putra asal Malaka, NTT, ini bermisi di tanah Afrika.
Di sana ia berjumpa dengan sesama yang memiliki kebudayaan yang berbeda.
Bertemu dalam perbedaan kebudayaan menjadi kesempatan berharga bagi Frater Irfan untuk belajar mengenal budaya lain dalam memperkaya dirinya akan pengalaman karya pastoral di tengah umat.
Salah satu momen unik yang menurutnya sangat berkesan adalah cara merayakan natal di Tanah Afrika yang berbeda dengan di Indonesia.
Baca juga: Uskup Atambua Tahbiskan 4 Diakon Jadi Imam, Ini Pesan Uskup Bagi Para Imam
Dan kisahnya merayakan Natal ala Afrika, ia bagikan dalam tulisan pendek di bawah ini.
Melalui tulisan yang ia kirimkan via WA ini, Fr Irfan menyebut Natal merupakan hari raya bagi umat kristiani di seluruh dunia.
Perayaan ini diperingati sebagai peristiwa kelahirahan Yesus Kristus sebagai penyelamat umat manusia. Natal menjadi momen yang dinantikan setiap tahun.
Perayaan natal selalu unik. Setiap daerah mempunyai caranya masing-masing untuk merayakan natal. Di Indonesia, suasana natal selalu ditandai dengan pernak-pernik natal yang meriah; mulai dari hiasan pohon natal, kado-kado natal, musik natal yang terdengar di rumah dan di tempat-tempat umum.
Natal dirayakan dengan penuh suka cita.
Simak selengkapnya cerita Fr. Irfan Bau Rayakan Natal di Afrika di bawah ini;
Tahun 2023 ini, saya (Red= Frater Irfan) merayakan natal di Chad-Laramanay. Perayaan natal di Laramanay, diadakan dengan cara yang berbeda. Di Laramanay, perayaan natal berlangsung dengan penuh kesederhanaan.
Hingar-bingar natal tidak terasa. Tidak ada aksesoris natal dan hiasan khasnya terpasang di rumah-rumah umat, tidak ada pohon natal, kandang natal, dan tidak ada warna-warni lampu natal.
Suasana natal hanya ditandai dengan berakhirnya semester pertama (kegiatan belajar) bagi anak-anak sekolah yang akan berlibur dan merayakan natal di rumah.
Saya awalnya sempat berpikir, mereka tidak tahu apa itu arti natal, sebab dalam konsep saya, natal itu selalu identik dengan perayaan suka cita. Sehingga, kesan dari perayaan natal selalu ditandai dengan hingar-bingar, seperti yang terjadi dalam perayaan natal masa kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Irfan-saat-Natal.jpg)