Minggu, 17 Mei 2026

Gunung Lewotobi Erupsi

Gunung Lewotobi Erupsi, Warga Tidak Dievakuasi

Warga di sekitar gunung Ile Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak diungsikan.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Gunung Lewotobi Erupsi, Warga Tidak Dievakuasi
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur erupsi yang kedua kali, Sabtu, 23 Desember 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Warga di sekitar gunung Ile Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak diungsikan.

Belum ada rekomendasi yang dikeluarkan Pemda Flores Timur untuk mengungsi pasca erupsi gunung Ile Lewotobi Laki-laki beberapa waktu lalu.

Warga hanya diminta untuk beraktivitas dengan menggunakan masker.

"Mengungsi itu manakala daerah itu sudah tidak bisa ada aktivitas lain di situ," kata Kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo, Kamis (28/12/2023).

Baca juga: Tanaman Padi dan Jagung di Desa Dulipali Teredam Lahar Dingin Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

 

Informasi yang dia himpun, setidaknya dua kecamatan ikut terdampak. Namun, Ambrosius Kodo tidak merinci kecamatan mana saja dan total penduduk di dua kecamatan yang terdampak erupsi Ile Lewotobi Laki-laki.

Data yang diperoleh, dua Kecamatan yang dimaksud Ambrosius Kodo adalah Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang. Dua daerah itu yang paling parah.

Di kecamatan Ile Bura, jumlah penduduk mencapai 11.925 jiwa. Ada dua desa yakni Waiula dan Nawokote dengan 2871 jiwa hanya berjarak sekira 2 kilometer dari pusat gunung.

Sementara untuk Kecamatan Wulanggitang, total ada 13.513 jiwa yang bermukim di area itu.

Menurut Ambrosius Kodo, erupsi ini merupakan yang kedua kalinya dalam periode akhir tahun 2023. Selama ini, gunung itu tidak ada aktivitas yang berlebihan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Gibran Tiba di Labuan Bajo Sabtu Dini Hari, Dipakaikan Topi Songkok Manggarai

Akibat erupsi itu, warga disekitar terkena imbas. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Warga tidak boleh beraktivitas di radius dua kilometer. Ia juga meminta warga untuk tidak panik.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gempa itu tidak merilis informasi atau tidak memberi peringatan atau notifikasi untuk mengungsi," ujarnya.

BPBD NTT, menurutnya, sudah mengirim tambahan masker ke Pemda Flores Timur untuk dibagikan ke warga. Selain itu, dari aspek air bersih, dia memastikan kondisi itu masih terkendali.

Ke depan, Pemda Flores Timur perlu menyiapkan rencana kontinjensi untuk kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana semacam itu. Paling penting, Pemda harus memperhatikan masyarakat setempat untuk penanganan lebih lanjut, sebelum ada penanganan di sektor lainnya. (*)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved