Kamis, 9 April 2026

Waduk Lambo Nagakeo

Paket Dua Proyek Waduk Lambo Nagekeo Melebihi Target

Masalah pembebasan lahan pada paket dua proyek Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo yang belum diselesaikan menghambat pengerjaan proyek tersebut.

Tayang:
Penulis: Tommy Nulangi | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Paket Dua Proyek Waduk Lambo Nagekeo Melebihi Target
ISTIMEWA
Pengerjaan proyek strategis nasional Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo per tanggal 10 Januari 2024 yang lalu 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY-Progres Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Lambo di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT terus berjalan.

Sampai tanggal 10 Januari 2024, pengerjaan paket dua proyek  dikerjakan PT Brantas Abipraya melebihi target  mencapai 40,84 persen dari target 36,34 persen.

"Untuk paket dua realisasi fisik mengalami deviasi plus 0,60 persen,"ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan SNVT Pembangunan Bendungan II BWS NT II Ditjen SDA Kementerian PUPR, Yohanes Pabi, Jumat 19 Januari 2024.

Ia menjelaskan progres yang melebihi target tersebut karena adanya upaya percepatan pelaksanaan melalui penambahan peralatan, tenaga kerja dan waktu kerja oleh kontraktor pelaksana.

Baca juga: Sebagian Lahan Penlok Satu Waduk Lambo Belum Lunas

 

 

Sedangkan paket satu yang dikerjakan oleh pihak PT Waskita Karya -Bumi Indah KSO, realisasi progres fisik mengalami deviasi. Hingga tanggal 10 Januari 2024, progres pengerjaan paket satu baru mencapai 33,71 persen dari target 34,43 persen.

Dijelaskannya, deviasi minus untuk paket 1 terjadi karena bobot pekerjaan yang secara kumulatif cukup besar seperti pekerjaan akses jalan dan relokasi jalan nasional.

"Karena sebagian besarnya berada pada penlok dua  yang hingga saat ini masih terkatung-katung prosesnya. Sehingga dengan kondisi demikian menyulitkan bagi paket satu untuk berprogres," jelasnya.

Ia menerangkan, lambanya progres pengerjaan paket satu disebabkan karena belum ada pendelegasian kewenangan proses pengadaan lahan penlok dua dari Kanwil Pertanahan Propinsi ke BPN Nagekeo untuk melaksanakan pengadaan tanah.

Baca juga: Sengketa Tanah Penlok II Pembangunan Waduk Lambo di Mbay Nagekeo, Camat Aesesa Turun ke Wolo Kota

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, maka tindakan yang diambil adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan khusus pada area jalan akses masuk.

"Kita juga berkoordinasi dengan PPK pengadaan tanah untuk mendorong prosesnya lebih cepat," ujarnya.

Ia berharap, proses pengadaan lahan untuk penlok dua segera dilaksanakan sehingga memudahkan pihaknya untuk mencapai target minimal pada bulan Desember 2024 ini bisa dilakukan pengisian awal waduk.

"Disamping itu, kami memohon dukungan semua stakeholder yang berkompetensi dalam penyelesaian program PSN tersebut," ungkapnya.

 sumber: pos-kupang.com   

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved