Banjir di Manggarai Barat
Desa Siru Manggarai Barat Diterjang Banjir, Harta Benda Warga Hanyut
Banjir bandang yang menerjang Desa Siru, Kecamatan Lembor di Kabupaten Manggarai Barat merusak tanaman pertanian dan berbagai harta benda warga.
Penulis: Berto Kalu | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BANJIR-DI-DESA-SIRU.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, diterjang banjir bandang. Kamis 22 Februari 2024. Akibatnya, lahan pertanian, ternak, motor, dan sampan milik warga terendam dan terseret banjir.
Kepala Desa Siru, Sumardi mengatakan banjir disebabkan karena meluapnya Kali Wae Kako, Desa Wae Kako. "Hujan deras mengguyur wilayah Lembor sejak Kamis dini hari menyebabkan banjir di Desa Siru," ujar Sumardi, dihubungi dari Labuan Bajo, Kamis.
Tak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun sedikitnya enam hektar sawah dan tiga hektar kebun jagung milik warga terendam banjir.
"Banjir menyebabkan sawah dan jagung warga rusak berat. Selain itu, 2 ekor sapi, 5 unit sepeda motor, dan 1 sampan warga juga terseret arus banjir," terang Sumardi.
Baca juga: Wabup Manggarai Barat Beberkan Empat Poin Atasi Tengkes
Harju Jama'a, warga Desa Siru yang menjadi korban mengaku kebun jagungnya rata disapu banjir. Ini membuatnya merugi puluhan juta rupiah.
"Kebun jagung saya yang terdampak 1 hektare.
Jagung saya sudah mulai panen, saya mengalami kerugian hampir pulahan juta akibat banjir ini," kata Harju.
Banjir bandang ini juga mengakibatkan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Siru, Wae Wako dan Poco Dedeng rusak dan nyaris putus. *
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News