Jumat, 8 Mei 2026

Tempat Wisata di Maumere

Wisata Sejarah di Maumere, Mengenal Jong Dobo: Artefak Miniatur Perahu Perunggu

Kampung Dobo Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT masih melestarikan warisan sejarah sebuah artefak miniatur kapal perunggu yang disebut Jong Dobo.

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Wisata Sejarah di Maumere, Mengenal Jong Dobo: Artefak Miniatur Perahu Perunggu
TRIBUNFLORES.COM/HO-DINAS PARIWISTA & KEBUDAYAAN SIKKA
ARTEFAK- Jong Dobo, artefak miniatur perahu perunggu di Kampung Dobo, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Kampung Dobo di Desa Ian Tena, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT masih melestarikan warisan sejarah, sebuah artefak miniatur perahu perunggu.

Kampung Dobo menjadi destinasi sejarah di Kabupaten Sikka dan tempat penelitain arkelog untuk mencari tahu asal usul artefak ini ada di Kampung Dobo. Artefak tersebut terletak di Kampung Dobo Dora Nata Ulu, yang artinya puncak Dobo kampung pertama. Diketahui tahun 1932 Pemerintah Belanda menjadikan kampung ini hutan lindung.

Jong Dobo berasal bahasa Sikka yakni kata Jong yang artinya perahu atau kapal. Artefak ini menurut masyarakat setempat memiliki daya magis dan sakral.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Sika sikkakab.go.id Jong Dobo, sebuah artefak perunggu dalam bentuk miniatur kapal, merupakan warisan sejarah dan budaya.

Baca juga: Destinasi Wisata Sejarah di Flores NTT, Ada Museum Hingga Situs Prasejarah

 

 

Prof. Soejono, Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pernah melakukan pengukuran pada 1982. Artefak minatur kapal perunggu ini memiliki panjang 60 cm, tinggi 12 cm dan lebar bagian tengah 8 cm. Dalam miniatur kapal terdapat awak kapal bentuk patung sebanyak 22 orang.

Enam pendayung berada pada dua sisi kapal, empat orang penari ada di atas geladak kapal. Di antaranya seorang penari perempuan yang sedang duduk, empat orang lainnya adalah tentara yang menjaga perahu tersebut. Patung tentara ini bersenjatakan busur, anak panah, bertopi jambul ayam jago.

ARTEFAK- Artefak miniatur perahu perunggu yang tersimpan di hutan keramat Kampung Dobo, Kabupaten Sikka, NTT.
ARTEFAK- Artefak miniatur perahu perunggu yang tersimpan di hutan keramat Kampung Dobo, Kabupaten Sikka, NTT. (TRIBUNFLORES.COM/HO-DISPARBUD SIKKA)

 

Theodor Verhoeven, SVD, seorang arkeolog asal Belanda banyak melakukan penyelidikan kepurbakalaan di Flores mengatakan bahwa perahu ini berasal dari Dongson. Jong Dobo adalah salah satu dari sekian artefak perunggu yang ditemukan di Flores.

Menurut pendiri Museum Bikon Blewut Seminari Tinggi Filsafat St. Paulus Ledalero ini, artefak itu memperlihatkan suatu koneksi antara Flores dan daratan Asia.

Kebudayaan Dongson menjadi asal dari Jong Dobo yang awalnya berkembang di Vietnam Utara dan Cina Selatan pada tahun 500-300 SM.

Kebudayaan logam yang dikenal di Indonesia berasal dari Dongson, nama lembah sungai dan kota kuno di Tonkin yang menjadi pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Kebudayaan ini telah dibawa masuk ke Indonesia pada tahun 500 SM oleh para migran Deutro-Melayu.

Setelahnya pada tahun 1955, Pater Darius Nggawa, SVD menemukan 3 kapak perunggu Dongson di Kampung Guru yang terletak di sekitar 8 km dari Maumere ke arah barat.

Ditemukan juga artefak metal lain di Bajawa, Kabupaten Ngada, sebuah pisau belati yang dianggap sebagai satu dari peralatan metal yang tertua di Indonesia.

ARTEFAK-
ARTEFAK- Seorang alih waris yang menjaga Jong Dobo, di Kampung Dobo, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.  (TRIBUNFLORES.COM/HO-DINAS PARIWISTA & KEBUDAYAAN SIKKA)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved