ViralLokal

Viral Tiktok Pastor di NTT lulus Perwira Polisi Tuai Sorotan, Netizen: Sistem Gajinya Gimana

Berbagai respon pun bermunculan atas suksesnya Romo Coky lolos perwira polisi. Banyak netizen yang memberi apresiasi,

|
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
Viral Tiktok Pastor di NTT lulus Perwira Polisi Tuai Sorotan, Netizen: Sistem Gajinya Gimana 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Akhir-akhir ini viral di berbagai platform media sosial, kisah seorang Pastor Katolik asal Manggarai Barat yang dinyatakan lolos seleksi dan akan mengikuti pendidikan sebagai perwira polisi.

Kisah lolosnya sang gembala umat ini menarik perhatian masyarakat lantaran statusnya sebagai seorang pastor atau imam yang notabene telah ditahbiskan dan juga sudah mendapatkan tempat tugas.

Penelusuran TribunFlores.com sebelumnya, pastor yang diketahui bernama Oktavianus Pelagian Ranta ini awalnya mendapatkan penolakan dari pihak keluarga soal keterlibatan dirinya mengikuti seleksi, namun ia sepenuhnya percaya kepada keputusan pimpinan Gereja setempat.

Hingga akhirnya, dari sekian banyak calon yang mengikuti seleksi, pastor yang akrab disapa Romo Coky ini menjadi salah satu peserta yang lolos. Romo Coky diketahui alumnus kampus STFK Ledalero. Ia lulusan Filsafat.

Baca juga: Keuskupan Ruteng Utus Romo Coky Ranta untuk Pelayanan di TNI Polri

 

Netizen di dunia maya juga rupanya tak ingin ketinggalan informasi perihal kesuksesan yang diperoleh imam muda ini. Terbukti nanyak netizen bahkan telah mengunggah konten terkait Pastor yang lolos jadi polisi ini di media sosial, salah satunya di tiktok.

Berbagai respon pun bermunculan atas suksesnya Romo Coky lolos perwira polisi. Banyak netizen yang memberi apresiasi, banyak pula yang berkomentar dengan bertanya terkait prosedur dan cara pelayanan yang akan diemban Romo Coky kelak. Apakah ia akan menjadi imam atau jadi polisi?

Bahkan salah satu akun tiktok mempertanyakan gaji yang akan diterima Romo Coky sebagai seorang perwira Polisi. Hal ini TribunFlores.com ketahui usai menelusuri unggahan akun Tiktok resmi Tribunflores terkait romo coky pada 14 Maret 2024 malam.

Dalam unggahan akun @tribunflores, terutama pada kolom komentar, akun tiktok @manalu_do_have ia mempertanyakan menulis komentar terkait sistem gaji.

"Sistem gajinya gimna kk? polisi kan kategori ASN, dan biasanya seorang pastor itu segala keperluan pribadi ditanggung oleh keuskupan (pastoral)," tanyanya.

"Itu ada agreement antara Negara & Gereja. Untuk pemuka agama memang ada yg dipekerjakan. tdk hanya imam Katolik tp juga Mangku, Bhante, dll," jawab akun tiktok @Domba_Yang_Udah_Ketemu atas pertanyaan @manalu_do_have.

Akun @inaanongfernatubun juga menyebut "biasanya gaji seorang biarawan dan biarawati di serahkan semua pada biara atau komunitas tempat tinggalnya"

Selain komentar ini netzen juga mempertanyakan cara Romo Coky melaksanakan tugasnya kelak.

"Gimana caranya yah bagi tugas jadi Romo sama tugas negara," @mardianipurba14

"Tugasnya tetap pelayanan iman & berkarya pd institusi Kepolisian,,jdlah terang & garam dunia," jawab @130.156ack23.

"Beliau menjadi pendamping rohani di kepolisian," tambah @cuculuther.

Hingga kini video pendek itu telah ditonton ribuan kali. Banyak akun yang memberikan pujian kepada Romo Coky. Akun tiktok lainnya pun membagikan ulang video tersebut.

Terkini video itu mendulang 3115 like, 60 komentar dan 126 kali dibagikan.

Untuk diketahui, pemberitaan sebelumunya, Romo Oktavianus Pelagian Ranta (29), Imam Katolik Keuskupan Ruteng menjadi sorotan setelah dinyatakan lulus seleksi Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) TA 2024.

Romo Coky Ranta, sapaan akrab Oktavianus Pelagian Ranta merupakan lulusan Seminari Ritapiret.

Ia baru ditahbiskan menjadi Imam Diosesan Keuskupan Ruteng pada Oktober 2023 lalu.

Sebelum menjadi anggota Polri, Romo Coky sempat menjalani masa pastoral sebagai Postor Rekanan di Paroki Santa Familia Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat.

Romo Coky mengikuti seleksi SIPSS sebagai utusan dari Polres Manggarai Barat, bersama beberapa sejumlah peserta dari disiplin ilmu yang berbeda.

Romo Coky dinyatakan lulus tingkat Pandai Polda NTT dan mengikuti seleksi tingkat nasional pada 17-29 Februari 2024.

Selain dirinya, terdapat satu lulusan lain yang merupakan seorang dokter.

Saat tahapan seleksi tingkat pusat, hanya Romo Coky yang diterima mengikuti pendidikan SIPSS Polri TA 2024.

Sementara rekannya kalah saat perengkingan.

Romo Coky mengaku kaget saat awal ditunjuk pihak Keuskupan Ruteng untuk mengikuti tahapan seleksi SIPSS di Kupang.

Pastor muda itu mengaku, awalnya kedua orang tua sempat keberatan.

"Orang tua memang agak keberatan, tapi semua keputusan soal keberadaan saya diserahkan ke Keuskupan dan saya siap ditugaskan dimana saja termasuk diutus mengikuti seleksi Polri untuk sekolah perwira," ujarnya.

Ia pun tekun mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga dikirim mengikuti seleksi di tingkat pusat dan dinyatakan diterima mengikuti pendidikan selama enam bulan ke depan.

Profil Singkat

Oktovianus lahir di Dagal, Kabupaten Manggarai pada 8 Oktober 1995.

Ia menyelesaikan sekolah dasar di SDK Tentang 2, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat dan melanjutkan pendidikan menengah di SMP Kemasyarakatan Ndoso.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat dan kemudian masuk ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere.

Oktovianus menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus 2 Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Ia juga menjadi pastor rekan di Paroki Sta. Familia Wae Nakeng Lembor, Manggarai Barat.

Ia merupakan putra kelima dari pasangan Ranta Ambrosius dan Anastia Juita. Tiga kakaknya merupakan perempuan dan satu orang pria.

Dengan kelulusan ini, Romo Coky akan menjalani pendidikan selama enam bulan di Akademi Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Akpol Lemdiklat) Semarang, Jawa Tengah.

SIPSS adalah rekrutmen penerimaan calon perwira Polri menjadi perwira pertama Polri. Setelah lulus, siswa akan menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Pendidikan pembentukan SIPSS merupakan pendidikan bagi lulusan sarjana yang dibutuhkan dalam profesi kepolisian.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved